slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Perahu Bawa Satu Keluarga Diterjang Gelombang Di Pulau Talang Maluku

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

Ambon, CNN Indonesia --

Perahu membawa satu family dari Desa Bala-Bala, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Maluku diterjang gelombang tinggi di sekitar Perairan Pulau Talang Buru Selatan Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Aries Aminullah mengatakan satu family masing-masing Madinuru Lina (50), Wanima Rukua (48), Rindiani (9), Lesti (7) dan Ikbal (5). Mereka dilaporkan selamat setelah perahu nan ditumpangi mereka terdampar.

"Evakuasi pada Senin (19/5), tepatnya di Pulau Pombo alias Pulau Talang, perbatasan perairan Desa Nalbessy dan Desa Leksula, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Maluku," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (19/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kata dia seluruh korban sudah dievakuasi selamat ke daratan pantai oleh personil Polsek Leksula dan masyarakat setempat.

Mulanya, satu family ini berangkat menggunakan satu unit perahu ketinting dari pelabuhan rakyat Labuang Namrole, Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan pada Minggu (18/5) pukul 14.00 WIT.

Perahu dinakhodai Madinuru, istri dan ketiga anaknya. Mereka hendak menuju Desa Bala-Bala, Kecamatan Kapala Madang, Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

Selain mengangkut satu keluarga, perahu ketinting ini juga membawa sejumlah peralatan bawaan lainnya serta satu unit kendaraan sepeda motor jenis honda blade.

Di tengah perjalanan alias tepatnya sekira pukul 16.00 WIT di sekitar Pulau Talang, cuaca jelek terjadi. Perahu ketinting dihantam gelombang dari sisi kiri maupun kanan hingga air laut masuk di dalamnya.

"Meski air laut masuk namun perahu ketinting tetap bisa berjalan. Nakhoda kemudian membelokkan hadapan ke Pulau Talang untuk menyelamatkan diri," kata Aries.

Kurang lebih 20 meter dari pesisir Pulau Talang, perahu ketinting tersebut mengalami meninggal mesin dan dihantam gelombang hingga terdampar di tepian pantai Pulau tak penghuni.

"Kemudian sekitar pukul 03.00 WIT, korban menggunakan HP dari Pulau Talang/Pulau Pombo untuk menghubungi Ahmad Sanimu, keluarganya di Namrole. Ahmad kemudian menghubungi adiknya Alin di Nalbessy dan pada jam 05.30 WIT staf Masjid Nurul Akbar Desa Nalbessy melalui pengeras bunyi meminta support kepada masyarakat Nalbessy,"ucapnya.

Setelah mendapatkan info kecelakaan laut tersebut, personel Polsek Leksula kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Perjalanan dari Polsek Leksula menuju ke TKP pulau pombo/pulau talang hanya dapat dilalui dengan transportasi laut dengan waktu tempuh 1 jam," tambahnya.

Personel Polsek Leksula juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Leksula untuk memberikan support dan pelayanan tempat tinggal kepada family korban sementara waktu, serta pemindahan perahu ketinting milik korban.

"Personel Polsek Leksula juga berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatan para korban dan keluarganya, dalam keadaan baik," jelasnya.

Para korban sukses diselamatkan, dan sempat diamankan di Polsek Leksula untuk kemudian beristirahat di pihak family nan berada di Desa Nalbessy.

"Untuk perahu ketinting sementara tetap berada di pulau pombo/pulau talang. Belum dapat dilakukan pemindahan lantaran aspek cuaca ekstrim," ungkapnya.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan cuaca laut sebelum beraktivitas sehingga mengutamakan keselamatan.

(sai/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru