CNN Indonesia
Sabtu, 25 Apr 2026 23:01 WIB
Gunung Yasur di Pulau Tanna, Vanuatu menjadi gunung berapi nan nyaris tak pernah betul-betul diam. (iStockphoto/Mlenny)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di Pulau Tanna, Vanuatu, terdapat sebuah gunung berapi nan nyaris tidak pernah betul-betul diam. Namanya Gunung Yasur, salah satu gunung api paling aktif di bumi nan dikenal dengan letusan mini nan terjadi sangat sering.
Yasur apalagi kerap dijuluki sebagai 'Lighthouse of the Pacific' alias mercusuar Pasifik lantaran sinar lava pijarnya nan terlihat dari kejauhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Smithsonian Global Volcanism Program (GVP), Gunung Yasur telah menunjukkan aktivitas erupsi sejak pertama kali diamati penjelajah Inggris Captain James Cook pada 1774. Aktivitas seperti ini apalagi diperkirakan sudah berjalan hingga sekitar 800 tahun.
Yasur dikenal mempunyai jenis letusan strombolian dan vulkanian, ialah letusan berulang nan melontarkan lava pijar, abu, serta gas dari kawah terbuka. Alih-alih satu letusan besar, Yasur justru seperti terus bernapas dengan aktivitas mini nan berjalan konsisten.
Badan Meteorologi dan Bahaya Geologi Vanuatu (VMGD), melalui laporan nan dirujuk GVP, mencatat Yasur berada pada status major unrest alias Level 2. Aktivitasnya berupa ledakan nan terus berlangsung, menghasilkan gas, uap, dan abu.
Aktivitas Yasur digambarkan sebagai nyaris tanpa henti, bisa sampai beberapa kali dalam satu jam.
Artinya, meski tidak bisa dipastikan tiap berapa menit, letusan Yasur memang terjadi sangat rutin dalam waktu nan relatif singkat.
Meski aktif, Gunung Yasur justru menjadi salah satu lokasi wisata terkenal di Vanuatu. Wisatawan datang ke Pulau Tanna untuk memandang langsung lontaran lava pijar dari kawah, tentu dengan pengawasan dan patokan keselamatan setempat.
Untuk tiba di sana, pelancong sebelumnya kudu terbang ke Bandara White Grass di Pulau Tanna. Menukil laman Vanuatu Tourism Office, dari airport ke area kawah umumnya menyantap waktu sekitar 1,5 - 2 jam menggunakan kendaraan offroad.
Pelancong disarankan untuk mengambil tur di sore hari. Nanti, pelancong bakal bisa menikmati kepulan asap saat mentari terbenam nan dilanjut dengan lontaran lava pijar nan seumpama kembang api.
Namun, status aktivitas nan terus berubah tetap membikin area ini berisiko. Pemerintah setempat secara rutin memantau dan memperbarui status gunung untuk menjaga keselamatan penduduk maupun wisatawan.
(anm/asr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·