CNN Indonesia
Senin, 19 Mei 2025 21:15 WIB
Ilustrasi. Demo ojol di Jakarta beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sedang menyiapkan rekayasa lampau lintas mengenai unjuk rasa para pengemudi ojol (ojek online) nan bakal digelar pada Selasa (20/5).
"Pengalihan ini sifatnya insidental. Maksudnya kita lagi analisa, sejauhmana sekiranya potensi-potensi (kepadatan), intinya jika pengalihan (lalu lintas) itu sudah pilihan terakhir," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, Senin (19/5).
Argo menambahkan kemungkinan tidak dilakukan pengalihan lampau lintas ataupun penutupan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, kita tetap imbau kepada masyarakat agar menghindari area seputaran Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda dan seputaran area DPR, lantaran memang jumlahnya (massa) cukup banyak," katanya.
Dia juga menjelaskan rekayasa lampau lintas tetap disiapkan tetapi berkarakter situasional agar masyarakat tetap bisa melintas.
"Kita tetap bakal 'standby' lantaran jangan sampai kelak menghalang aktivitas masyarakat, lantaran banyak nan datang (bekerja) dari wilayah aglomerasi," katanya.
Sekitar 500 ribu pengemudi ojek online (ojol) bakal mematikan aplikasi dan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara serentak pada Selasa, 20 Mei 2025, sebagai corak protes terhadap aplikator nan diduga melanggar regulasi.
Aksi tersebut bakal diikuti pengemudi ojol dan taksi online dari beragam daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, hingga Palembang, Lampung dan wilayah Banten Raya.
(antara/kid)
[Gambas:Video CNN]
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·