Jakarta, CNN Indonesia --
Mabes Polri menyebut interogator sudah mulai menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan saat ini petugas telah melakukan pengecekan TKP, memeriksa saksi serta bukti digital termasuk rekaman CCTV.
"Pengumpulan beragam perangkat bukti digital, dalam perihal ini termasuk CCTV, sedang dalam proses kajian lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi," ujarnya dalam konvensi pers, Jakarta, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan setidak saat ini dua orang saksi nan berada di sekitar letak kejadian telah dimintai keterangan awal. Isir mengatakan jumlah saksi nan diperiksa tetap bakal bertambah seiring proses penyidikan.
"Saksi nan di-interview adalah nan bersama-sama dengan pihak korban, nan menolong korban," tuturnya.
Selain itu, interogator juga telah meminta hasil visum et repertum awal untuk mengetahui kondisi luka korban. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.
"Ada beberapa bagian tubuh nan terkena ialah dada, wajah, dan tangan," lanjut Isir.
Ia menambahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah memberikan atensi unik dan memerintahkan agar kasus tersebut diusut secara tuntas.
"Seluruh personel interogator bakal serius dan bersungguh-sungguh untuk membikin perkara ini terang benderang serta menangkap pelakunya, siapa pun dia," tegasnya.
Polri juga mengimbau masyarakat nan mengetahui rangkaian peristiwa tersebut agar memberikan info kepada penyidik. Kepolisian memastikan perlindungan bagi penduduk nan memberikan keterangan.
"Sekali lagi kami membujuk kita semua seluruh masyarakat untuk mendoakan korban, AY, nan saat ini sedang dalam perawatan di salah satu rumah sakit, segera pulih dan dapat berkumpul berbareng family dan melanjutkan aktivitasnya seperti semula," katanya.
Sebelumnya Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di area Jakarta Pusat pada Kamis malam tadi.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut kejadian itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri aktivitas podcast berjudul 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' di instansi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) nan mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Dimas mengatakan akibat kejadian itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.
Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermulai ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.
Ketika itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, ialah diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki nan melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berkedudukan menjadi pengemudi dan penumpang," tuturnya.
Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku nan pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Sedangkan pelaku kedua ialah penumpang menggunakan penutup wajah alias masker menyerupai 'buf' berwarna hitam nan menutupi separuh wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru nan dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.
(tfq/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·