Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap proyek hilirisasi nasional kudu terus dievaluasi seiring perkembangan teknologi, dengan satu tolok ukur utamanya adalah faedah terbesar bagi rakyat.
Penegasan itu disampaikan saat groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Ia menekankan bahwa rencana nan sudah disusun pun kudu siap diubah jika ada teknologi nan lebih baik dan lebih menguntungkan secara ekonomi.
"Kita hitung secara matematik. Kalau hari ini terjadi perkembangan teknologi, kita bisa mendapat teknologi nan lebih bagus, teknologi nan lebih murah, menghasilkan sesuatu nan lebih untung bagi rakyat, kita kudu berani mengubah rencana," tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak bakal terikat pada perencanaan awal jika ada opsi nan lebih efisien dan menguntungkan bagi masyarakat luas.
Prabowo juga menginstruksikan Satgas Hilirisasi dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk terus mengkaji pilihan teknologi tanpa dipengaruhi kepentingan lain. Pendekatan ini mencerminkan arah kebijakan hilirisasi nan lebih pragmatis, berfokus pada hasil nyata, bukan sekadar sasaran proyek nan sudah dicanangkan.
"Kaji terus teknologi, lihat. Matematis, matematis, matematis. Tidak ada kepentingan lain. nan paling efisien, menguntungkan rakyat, itu nan kudu dijalankan," lanjut dia.
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap trajektori Indonesia sebagai kekuatan ekonomi besar. Ia membujuk seluruh komponen bangsa untuk berasosiasi dalam mendorong pembangunan nasional, termasuk melalui penguatan hilirisasi sebagai pilar kemandirian ekonomi.
Dirinya juga menyinggung pentingnya kohesi sosial sebagai modal dasar kemajuan bangsa. Menurutnya, keberagaman nan ada semestinya memperkuat, bukan memecah, dan setiap perbedaan kudu dikelola sebagai kekuatan kolektif, bukan sumber perpecahan.
Menutup sambutannya, Prabowo mengingatkan bahwa stabilitas dan perdamaian adalah prasyarat absolut bagi kemajuan, terutama di tengah ketidakpastian dunia nan tetap berlangsung.
"Perdamaian sangat mahal. Kita jaga bangsa kita," pungkasnya.
Sebagai informasi, proyek hilirisasi tahap II di Cilacap menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat rantai nilai industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan menciptakan nilai tambah nan lebih besar bagi perekonomian nasional.
(rir)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·