CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 19:30 WIB
Produser ungkap argumen angkat legenda misterius masyarakat Tomohon jadi movie seram Songko nan tayang 23 April di bioskop. (Dunia Mencekam Studio/Rumah Produksi Santara)
Jakarta, CNN Indonesia --
Songko menjadi film horor terbaru nan mengusung legenda lokal Indonesia. Film tersebut menyelami cerita nan selama ini menghantui masyarakat Tomohon, Sulawesi Utara.
Sesuai namanya, movie garapan sutradara Gerald Mamahit terinspirasi dari legenda Songko, sosok makhluk misterius nan dalam kepercayaan lokal dikenal sebagai entitas pengincar darah suci wanita muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksekutif Produser Santara Whisnu Baker menegaskan bahwa Songko bukan sekadar movie seram biasa. Ia meyakini cerita wilayah di Indonesia punya kekuatan nan luar biasa.
Untuk menghadirkan kengerian nan autentik, tim produksi melakukan riset mendalam di Tomohon dengan berkonsultasi langsung kepada ketua budaya dan seniman setempat.
"Lewat Songko, kami mau menunjukkan bahwa seram bisa menjadi medium untuk mengangkat identitas budaya, bukan hanya sekadar hiburan," ujar Whisnu seperti diberitakan detikcom, Senin (20/4).
[Gambas:Video CNN]
Ia menambahkan bahwa keterlibatan talenta lokal dan riset nan kuat menjadi kunci agar penonton betul-betul terhubung dengan cerita rakyat alias legenda asal Tomohon nan hendak mereka sampaikan.
"Kami mau memastikan bahwa cerita nan kami bawa tetap punya akar nan kuat. Harapannya, penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga merasa terhubung dengan cerita tersebut," lanjutnya.
Demi menjaga kedekatan dengan latar cerita, movie ini menggunakan perbincangan nan kebanyakan menggunakan bahasa Manado.
Tantangan tersebut dirasakan langsung oleh aktris Imelda Therinne.
"80 persen menggunakan bahasa Manado. Ternyata susah-susah gampang, tapi beruntung banyak tokoh lokal nan sangat membantu proses hubungan saya," ungkapnya.
Kisah movie Songko berfokus pada teror kematian-kematian misterius nan menyelimuti sebuah desa di kaki Gunung Lokon pada 1986, di mana penduduk hidup dalam bayang-bayang ketakutan nan mencekam.
Ketakutan penduduk berubah menjadi kecurigaan nan menargetkan Helsye (Imelda Therinne), ibu tiri dari Mikha (Annete Edoarda), sebagai sosok nan dituduh memanggil makhluk tersebut.
Pengusiran family Mikha dari desa pun tak bisa menghentikan teror, nan justru semakin menjadi-jadi.
Film ini mengusung konsep hyperlocal storytelling, strategi penyampaian pesan alias narasi nan konsentrasi pada konteks geografis, budaya, dan pengalaman unik sebuah organisasi kecil/lingkungan spesifik untuk membangun hubungan emosional nan erat.
Songko menjadi debut pengarahan movie layar lebar sutradara Gerald Mamahit nan sebelumnya dikenal lewat keberhasilan skenario movie seram terkenal KKN di Desa Penari.
Didukung penampilan Annete Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, Songko menjanjikan perpaduan antara kengerian mitos lokal dan atmosfer mencekam nan bakal menghantui ingatan penonton.
Songko tayang 24 April di bioskop.
[Gambas:Youtube]
(van/chri)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·