CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 06:17 WIB
Ilustrasi. Puasa disebut bisa memicu proses alami tubuh berjulukan autofagi. (iStockphoto/erdikocak)
Jakarta, CNN Indonesia --
Puasa disebut bisa memicu proses alami tubuh berjulukan autofagi. Proses ini menjadi sorotan lantaran dikaitkan dengan penuaan sehat hingga pencegahan penyakit.
Autofagi sendiri pada dasarnya merupakan sistem bersih-bersih sel nan membantu mendaur ulang bagian sel nan rusak agar kembali optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip laman Cleveland Clinic, sel merupakan unit dasar penyusun organ dan jaringan. Seiring waktu, komponen di dalam sel bisa mengalami kerusakan dan menumpuk layaknya sampah. Jika dibiarkan, tumpukan ini dapat mengganggu keahlian sel. Pada saat inilah autofagi berperan.
Proses autofagi memungkinkan sel membungkus bagian nan rusak, mengirimkannya ke bagian unik untuk dihancurkan, lampau menggunakan kembali komponen nan tetap bisa dimanfaatkan sehingga tubuh mempunyai sistem daur ulang internal agar sel tetap bekerja optimal.
Menukil dari Very Well Health, autofagi mempunyai faedah nan terjadi, baik di dalam maupun di luar sel. Berikut di antaranya:
- mengurangi stres oksidatif,
- menjaga agar DNA dan gen tetap stabil,
- membantu menghindari kerusakan dan penuaan sel nan terjadi sebelum waktunya,
- meningkatkan konversi nutrisi menjadi energi,
- meningkatkan pembuangan limbah,
- menghilangkan patogen dan bahan asing di dalam sel,
- mencegah pembentukan tumor dan unsur beracun,
- mengurangi peradangan,
- meningkatkan sinyal saraf di otak,
- menjaga agar sistem kekebalan tubuh berfaedah normal.
Mengapa puasa bisa memicu autofagi?
Ilustrasi. Puasa bisa memicu proses autofagi. (istockphoto/ibnjaafar)
Autofagi sebenarnya terjadi secara alami setiap saat. Namun, proses ini dapat meningkat ketika tubuh berada dalam kondisi stres ringan, seperti kekurangan nutrisi.
Menukil Healthline, saat seseorang berpuasa, kadar gula darah dan insulin menurun. Tubuh kemudian beranjak ke mode memperkuat hidup dengan memanfaatkan kembali komponen di dalam sel sebagai sumber daya dan bahan perbaikan. Kondisi inilah nan memicu peningkatan autofagi.
Penelitian pada hewan menunjukkan, autofagi bisa mulai meningkat setelah 24 hingga 48 jam puasa. Meski begitu, pada manusia lama pastinya belum dapat dipastikan lantaran penelitian tetap terbatas.
Selain puasa, pembatasan kalori, diet rendah karbohidrat seperti diet ketogenik, serta olahraga intensitas tertentu juga disebut dapat merangsang proses ini.
Autofagi berfaedah sebagai kontrol kualitas sel. Dengan membersihkan komponen nan rusak, sel dapat bekerja lebih efisien. Proses ini juga dikaitkan dengan penuaan nan lebih sehat.
Meski terdengar menjanjikan, para mahir mengingatkan bahwa autofagi bukanlah solusi ajaib. Puasa alias perubahan pola makan ekstrem sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, penderita diabetes, alias mereka nan mempunyai penyakit kronis.
Autofagi adalah sistem alami tubuh untuk beradaptasi dan memperbaiki diri. Dengan mengenalnya, kita bisa memahami bahwa saat melakukan puasa, tubuh sebenarnya sedang bekerja diam-diam menjaga kualitas sel dan keseimbangan kesehatan secara keseluruhan.
(nga/asr)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·