Jakarta, CNN Indonesia --
Berbagai maskapai melakukan beragam langkah untuk menghadapi kenaikan harga avtur dari mulai meningkatkan harga tiket pesawat, menambah biaya bagasi hingga memangkas agenda penerbangan.
Harga bahan bakar pesawat ini terus naik sejak perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah pada 28 Februari lalu. Harga avtur terus melonjak tajam ke US$150 hingga US$200 per barel dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, nilai avtur berkontribusi besar terhadap nilai tiket pesawat, ialah hingga 40 persen.
Kondisi ini memberikan pukul terhadap industri penerbangan sehingga perusahaan terpaksa untuk melakukan beragam penyesuaian, seperti meningkatkan nilai tiket pesawat hingga membatasi agenda penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa penyesuaian nan dilakukan maskapai di beberapa negara dalam menghadapi lonjakan nilai avtur:
Garuda Indonesia
Maskapai pelat merah ini bakal melakukan penyesuaian nilai tiket pesawat setelah pemerintah merilis kebijakan nan mengizinkan maskapai untuk meningkatkan nilai tiket pesawat maksimal 13 persen. Garuda Indonesia mengatakan bakal menyesuaikan nilai dengan proporsional dan terukur.
Selain itu, maskapai ini juga melakukan pengkajian optimasi gelombang dan agenda penerbangan di sejumlah rute. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari menjaga produktivitas kapabilitas dan keberlangsungan operasional.
[Gambas:Youtube]
Cathay Pacific
Maskapai penerbangan asal Hong Kong ini mengumumkan adanya kenaikan biaya bahan bakar sebesar 34 persen untuk seluruh rute penerbangan per 1 April 2026. Cathay Pacific bakal mengevaluasi kenaikan nilai tersebut dalam dua minggu.
CEO Cathay Pacific menyampaikan maskapai bakal mempertahankan jumlah penerbangan mereka di tengah mahalnya biaya avtur. Namun, pihaknya berencana bakal mengurangi 10 persen jasa andaikan permintaan menurun.
Singapore Airlines
Maskapai asal Singapura ini meningkatkan nilai tiket pesawat dan mengoptimalkan kapabilitas juga rute penerbangan. Singapore Airlines juga melakukan strategi lindung nilai alias fuel hedging hingga 5 tahun ke depan untuk meredam volatilitas nilai avtur.
Airasia X
AirAsia X memotong 10 persen agenda penerbangannya ke seluruh jaringan perusahaan. Maskapai asal Malaysia ini juga meningkatkan nilai tiket sebesar 20 persen pada sebagian besar rutenya untuk menutupi biaya avtur.
American Airlines
American Airlines bakal meningkatkan tarif bagasi untuk penerbangan domestik dan internasional jarak pendek. Maskapai berbasis di Amerika Serikat (AS) ini menerapkan biaya tambahan untuk bagasi pertama dan kedua senilai US$10 alias setara Rp171 ribu (asumsi kurs Rp17.100 per dolar).
Sementara itu, untuk bagasi ketiga bakal dikenakan biaya tambahan sebesar US$150 alias setara Rp2,6 juta. American Airlines juga memangkas beberapa jasa untuk penumpang kelas ekonomi.
China Eastern Airlines
Maskapai ini meningkatkan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan domestik per 5 April 2026. China Eastern Airlines mengenakan biaya tambahan sebesar 60 yuan alias setara Rp150 ribu (asumsi kurs Rp2.513 per yuan) untuk penerbangan jarak 800 kilometer dan di bawahnya.
Sementara, penerbangan dengan jarak lebih dari 800 kilometer bakal dikenakan biaya tambahan sebesar 120 yuan alias setara Rp300 ribu.
Sunexpress
Maskapai campuran Turkish Airlines dan Lufthansa ini bakal meningkatkan nilai tiket pesawat rute Turki-Eropa per 1 Mei 2026.
Kenaikan biaya bahan bakar juga dibebankan per penumpang sebesar 10 euro alias setara Rp201 ribu (asumsi kurs Rp20.190 per euro). Ketentuan tersebut bertindak untuk pemesanan nan dibuat per 1 April dengan keberangkatan per 1 Mei 2026.
(fln/pta)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·