CNN Indonesia
Kamis, 08 Mei 2025 07:00 WIB
Rosan Roeslani, Menteri Menteri Investasi dan Hilirisasi, mengatakan insentif bakal diberikan lebih besar untuk produsen mobil listrik nan melakukan TKDN. (CNNIndonesia/Chandra Erlangga)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengumbar janji bakal memberikan insentif besar untuk produsen nan memproduksi mobil listrik di Indonesia. Besar insentif ini tergantung penyerapan komponen lokal.
Semakin tinggi penyerapan komponen lokal alias Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maka besar pula insentif nan bakal diterima produsen.
"Dan tentunya kami bakal memberikan insentif lebih besar lagi andaikan mereka melakukan TKDN. Jadi konsepnya ini kami bakal ubah dengan TKDN lebih tinggi, insentifnya kami bakal berikan lebih besar lagi," kata Rosan di Jakarta, Selasa (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia saat ini ada tujuh pabrikan anyar mobil listrik nan menyatakan minat, apalagi telah berinvestasi di Indonesia ialah BYD, Citroen, Aion, Maxus, Geely, Vinvast dan Volkswagen.
Rosan mengatakan perjalanan investasi tujuh merek ini dimulai sejak 2024 hingga Maret 2025. Mereka disebut telah menyatakan minat berinvestasi dengan nilai keseluruhan mencapai Rp15,4 triliun.
"Jadi sudah ada tujuh produsen mobil listrik nan menyatakan minat investasinya dan sudah melakukan bangunan dengan nilai Rp15,4 triliun," ucap Rosan.
Rosan juga bilang investasi tersebut kelak bakal mengakomodir produksi mobil listrik berbasis baterai sebanyak 280 ribu unit per tahun.
"Kami memandang produksi kendaraan listrik ini bakal terus meningkat. Dan pada 2030 kami memprediksi produksi kendaraan listrik meningkat jadi 2,5 juta unit per tahun," kata Rosan.
R&D
Rosan mengatakan pemerintah berambisi para produsen tak sekadar berinvestasi dalam corak pabrik, melainkan juga melakukan pengembangan kendaraan di dalam negeri dengan membangun akomodasi research and development (RnD).
Menurutnya produsen nan mempunyai RnD berkesempatan mendapat insentif hingga 300 persen.
"Ini nan kami mintakan ke mereka dan pemerintah pun sudah memberikan insentif andaikan mereka melakukan research and development di Indonesia sejak 2022 ini, undang-undangnya sudah ada, mereka bakal bisa diberikan insentif up to 300 persen," ungkap dia.
(ryh/fea/mik)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·