Jakarta, CNN Indonesia --
Honda Motor Company menghentikan rencana produksi tiga model mobil listriknya di Amerika Utara, ialah Honda 0 Saloon, 0 SUV, dan Acura RSX. Tindakan ini akibat Honda telah mengalami kerugian dalam jumlah besar dan mendorong perusahaan beranjak konsentrasi ke segmen mobil hybrid.
Penjelasan resmi Honda mengenai argumen penyetopan produksi adalah turunnya profitabilitas bisnis. Faktor pendorongnya, antara lain, akibat negatif perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan penurunan daya saing produknya di Asia akibat alokasi sumber daya timpang pada pengembangan mobil listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarif AS telah memukul Honda selama beberapa waktu terakhir. Perusahaan mencatat penurunan untung sebesar 42 persen dari April hingga Desember 2025. Penghentian produksi tiga model mobil listrik memberi sinyal kuat perusahaan sedang mengalami guncangan lebih besar.
"Untuk memperbaiki situasi pendapatan saat ini secepat mungkin, Honda mempertimbangkan beragam opsi; namun, setelah pertimbangan nan cermat, perusahaan memutuskan membatalkan pengembangan dan peluncuran pasar tiga model EV nan telah direncanakan untuk diproduksi di AS, ialah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon, dan Acura RSX," tulis Honda dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Honda menyimpulkan bahwa memulai produksi dan penjualan ketiga model itu dalam lingkungan upaya saat permintaan EV menurun secara signifikan kemungkinan bakal mengakibatkan kerugian lebih lanjut dalam jangka panjang.
Acura RSX dan 0 SUV semestinya diproduksi di Amerika Serikat pada tahun ini, sedangkan sedan Honda 0 sudah dinyatakan ditunda produksinya sampai 2027.
Meski dinilai sebagai respons terhadap akibat kerugian lebih besar, pembatalan produksi ketiganya justru tetap menyebabkan perusahaan rugi.
Kerugian total diperkirakan mencapai JPY2,5 triliun alias sebesar Rp265,6 triliun (kurs Rp106,27) nan bakal tertulis dalam laporan finansial konsolidasian tahun fiskal Honda, berhujung 31 Maret 2026. Defisit ini datang dari campuran antara beban operasional dan penurunan nilai investasi.
Merespons perihal ini, Honda bakal mengevaluasi kembali alokasi sumber dayanya dan mengarahkan konsentrasi pada penguatan segmen hybrid. Pabrikan asal Jepang ini juga berencana menyasar pasar India untuk ekspansi penjualan model hybrid generasi berikutnya.
(iqb/fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·