Jakarta, CNN Indonesia --
Komisaris Utama (Komut) Pt Kereta Api Indonesia (KAI) Said Aqil Siradj menekankan bahwa pembuatan palang pintu adalah tanggung jawab pemerintah setempat. Ia menilai palang pintu menjadi salah satu aspek penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
"(Kewajiban) Pemerintah daerah, pemerintah setempat. Ya perbatasan Kemenhub, berkoordinasi dengan kepala daerah, Kemendagri juga. Itu bukan tanggungjawab KAI," ujar Said Aqil seusai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4) dilansir dari Detik.
Ia juga menegaskan bahwa tugas KAI hanya sebatas menjalankan kereta dan menarik tiket penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi banyak orang enggak paham, saya sendiri sebelum jadi Komut enggak paham. Saya kira palang itu tanggungjawab KAI, (ternyata) bukan," imbuh dia.
Said menjelaskan pihaknya kerap mengingatkan dan membujuk pemerintah wilayah untuk membikin palang pintu sesuai prosedur. Namun, perihal itu belum terlaksana.
"Ya kita sudah sering sekali mengimbau, malah waktu di Jawa Timur semua kumpul bupati-bupati nan ada sebidang itu. Waktunya, oke, kolaborasi, ya tapi belum ada pelaksanaannya," ungkapnya.
[Gambas:Youtube]
Said juga tak menampik bahwa untuk membikin palang pintu kereta api memerlukan anggaran nan besar. Namun, dia menekankan perihal itu demi keselamatan nyawa.
"Bikin palang nan bagus itu Rp3 miliar, satu. Bukan peralatan murah," katanya.
Dia menuturkan, kejadian kecelakaan kereta (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bakal menjadi perhatian. Besok pihaknya bakal melakukan evaluasi.
"Pasti kita bakal ada rapat besok, jam 9, dievaluasi. Alhamdulillah Presiden sudah sigap sekali nengok ke sini," tandasnya.
(ins)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·