CNN Indonesia
Minggu, 15 Mar 2026 20:20 WIB
Ilustrasi. Katanya, pertemanan laki-laki dan wanita tidak bisa tidak diwarnai emosi romantis. Apa betul demikian? (Riswinanti Pawestri Permatasari)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang percaya bahwa laki-laki dan perempuan susah menjalin pertemanan tanpa melibatkan emosi romantis. Apa betul demikian?
Tidak sedikit nan beranggapan bahwa ketika laki-laki dan wanita berteman, sering kali salah satu pihak menyimpan emosi lebih. Pun dalam beberapa kasus, keduanya sama-sama mempunyai kesukaan tapi tidak mengungkapkannya. Orang meyakini pertemanan wanita dan laki-laki selalu membawa emosi (baper).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari Psychology Today, penelitian nan dilakukan terhadap mahasiswa tersebut menemukan bahwa kedua pihak sebenarnya mempunyai sejumlah argumen nan sama untuk menjalin hubungan pertemanan.
Baik laki-laki maupun wanita sama-sama menikmati keberadaan kawan musuh jenis sebagai kawan berbincang, rekan makan, hingga sumber support sosial. Pertemanan tersebut juga dapat memberikan faedah lain, seperti meningkatkan rasa percaya diri serta membantu memahami perspektif musuh jenis.
Akan tetapi, penelitian tersebut juga menemukan ada perbedaan dalam langkah laki-laki dan wanita memandang potensi romantis dalam hubungan tersebut.
Melansir dari Scientific American, laki-laki condong lebih sering memandang kemungkinan hubungan romantis alias seksual dengan kawan wanita mereka.
Sementara itu, banyak wanita justru memandang potensi tersebut sebagai perihal nan dapat menimbulkan masalah dalam pertemanan.
Perbedaan langkah pandang ini kerap memunculkan situasi nan dikenal sebagai friend zone, ialah kondisi ketika satu pihak berambisi hubungan berkembang menjadi hubungan romantis, sementara pihak lain hanya melihatnya sebagai pertemanan.
Ketidakseimbangan angan ini sering menjadi sumber kekecewaan dalam hubungan.
Dalam banyak kasus, laki-laki nan berambisi hubungan pertemanan berubah menjadi hubungan romantis dapat merasa ditolak ketika emosi tersebut tidak terbalas. Situasi ini sering membikin mereka merasa terjebak di area pertemanan namalain friend zone.
Di sisi lain, wanita juga dapat merasa tidak nyaman ketika mengetahui kawan laki-lakinya mempunyai kesukaan romantis, terutama jika mereka hanya menginginkan hubungan pertemanan.
Perbedaan angan ini dapat membikin hubungan menjadi canggung, apalagi berpotensi merusak pertemanan nan sebelumnya terjalin baik.
Meski demikian, pertemanan antara laki-laki dan wanita tetap mempunyai sejumlah faedah seperti,
Beberapa wanita merasa lebih kondusif alias terlindungi ketika mempunyai kawan laki-laki.
Pertemanan dengan musuh jenis juga dapat membantu seseorang memahami langkah berpikir serta perspektif pandang nan berbeda.
Buka peluang jaringan sosial makin luas
Ilustrasi. Tujuan pertemanan nan berbeda seringkali memicu bentrok dalam pertemanan laki-laki dan perempuan. (Trần Long/Pexels)
Para peneliti menjelaskan bahwa bentrok dalam pertemanan laki-laki dan wanita sering kali muncul lantaran tujuan hubungan nan berbeda.
Sebagian orang hanya menginginkan kawan untuk berbagi cerita dan support emosional. Namun ada pula nan memandang hubungan tersebut sebagai kemungkinan menuju hubungan romantis.
Ketika tujuan tersebut tidak sejalan, hubungan bisa menjadi tidak seimbang dan menimbulkan rasa frustrasi bagi salah satu pihak.
Meski sering dianggap sulit, pertemanan antara laki-laki dan wanita tetap dapat melangkah dengan baik jika kedua pihak mempunyai pemahaman nan sama mengenai hubungan tersebut.
Para mahir menyarankan agar setiap perseorangan lebih terbuka mengenai angan dan batas dalam hubungan pertemanan.
Dengan komunikasi nan jelas dan saling menghormati, pertemanan antara laki-laki dan wanita dapat tetap terjalin sehat tanpa kudu selalu berubah menjadi hubungan romantis.
(nga/els)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·