CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 10:45 WIB
Ilustrasi. Jumlah kalori pada tempe mendoan tergolong tinggi. (iStockphoto/Cholifah Cholifah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tempe mendoan menjadi salah satu camilan unik Indonesia nan juga kerap dijadikan menu takjil gorengan. Teksturnya nan lembut dengan bebatan tepung tipis membikin makanan ini cocok disantap sebagai kudapan.
Namun, di kembali rasanya nan gurih, gimana sebenarnya kandungan gizinya? Ada berapa kalori dalam sepotong tempe mendoan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendoan sendiri merupakan kudapan unik Banyumas berbahan dasar tempe. Tempe diiris tipis dan dilapisi adukan tepung berbumbu, lampau digoreng hingga separuh matang.
Dilansir dari karya ilmiah Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB, satu porsi tempe mendoan mengandung energi, protein, lemak, dan karbohidrat nan perlu diperhatikan, terutama bagi nan mengontrol asupan kalori harian.
Kandungan gizi tempe mendoan
Satu porsi tempe mendoan nan terdiri dari tempe, telur, santan, tepung terigu, tepung tapioka, dan minyak mempunyai total kandungan sebagai berikut:
• Kalori: 210,4 kkal
• Protein: 11,1 gram
• Lemak: 11,3 gram
• Karbohidrat: 18,1 gram
Sebagian besar protein berasal dari tempe sebagai bahan utama. Dalam 50 gram (g) tempe saja terkandung sekitar 9,5 g protein.
Sementara itu, kandungan lemak terutama berasal dari minyak dan santan nan digunakan dalam proses pengolahan. Karbohidrat dalam tempe mendoan berasal dari tepung terigu dan tapioka nan menjadi lapisan adonan.
Manfaat tempe bagi kesehatan
Sebagai bahan utama mendoan, tempe merupakan sumber protein nabati hasil fermentasi nan kaya nutrisi dan relatif mudah dicerna tubuh. Proses fermentasi membikin unsur gizinya lebih sederhana sehingga penyerapannya lebih optimal.
Berikut lima faedah utama tempe bagi kesehatan nan dikutip dari beragam sumber.
1. Sumber protein komplit dan mudah diserap
Fermentasi kedelai menghasilkan enzim nan memecah protein, lemak, dan karbohidrat kompleks menjadi corak nan lebih sederhana. Hal ini membikin tempe lebih mudah dicerna dibandingkan kedelai biasa.
Tempe juga kaya masam amino esensial nan krusial untuk pembentukan dan perbaikan sel tubuh.
2. Membantu mencegah anemia
Tempe mengandung unsur besi, masam folat, serta vitamin B12 nan terbentuk selama proses fermentasi. Kombinasi nutrisi ini berkedudukan dalam pembentukan hemoglobin, sehingga membantu menjaga kadar sel darah merah dan menurunkan akibat anemia.
3. Menjaga kesehatan pencernaan
Kandungan probiotik dan prebiotik dalam tempe mendukung keseimbangan kuman baik di usus. Hal ini membantu memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, serta menjaga kesehatan saluran cerna secara keseluruhan.
4. Mendukung kesehatan jantung dan metabolisme
Isoflavon, kalium, serta senyawa bioaktif lain dalam tempe berkedudukan dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
Asam amino seperti arginin juga diketahui mendukung kontrol gula darah dan kesehatan pembuluh darah.
5. Bersifat antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh
Tempe mengandung isoflavon dan vitamin E nan berfaedah sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Kandungan gizinya turut mendukung kesehatan otot, tulang, serta sistem kekebalan tubuh, dan berpotensi menurunkan akibat penyakit degeneratif.
Meski tempe dikenal sebagai sumber protein nabati nan sehat, proses penggorengan dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori.
Konsumsi tempe nan diolah berbareng minyak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Bagi nan sedang menjaga berat badan alias membatasi asupan lemak, porsi dan gelombang konsumsi perlu diperhatikan.
(anm/asr)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·