CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 12:15 WIB
Masjid Mungsolkanas, masjid tertua di Bandung, Jawa Barat. (CNNIndonesia/Cesar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kota Bandung di Jawa Barat, memiliki masjid nan sangat unik, bukan hanya lantaran usianya nan sudah sangat tua, tetapi juga lantaran makna namanya nan tak terduga. Masjid Mungsolkanas, merupakan masjid tertua di Bandung nan dibangun sejak tahun 1869.
Jika kebanyakan nama masjid di ambil dari bahasa Arab, Masjid Mungsolkanas justru berbeda. Namanya ini merupakan akronim dari sebuah kalimat nan menggunakan bahasa Sunda, sangat menegaskan letaknya di tanah Pasundan.
Kata "Mungsolkanas" adalah singkatan dari "Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi SAW" alias artinya "Silahkan kita mengaji dan bersholawat kepada Nabi SAW". Ini adalah filosofi angan nan tercantum di kitab Tankibulkaul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya bahwa setiap orang nan membaca dan mengamalkan sholawat kepada Nabi SAW, Insya Allah doanya pasti bakal diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT," terang Didin nan merupakan Marbot Masjid Mungsolkanas, seperti dikutip situs Diskominfo Kota Bandung.
Pada tahun 1869 masjid ini dibangun oleh ustadz berjulukan Kiai Haji Abdulrohim, nan juga dikenal Mama Aden. Kini usia Masjid Mungsolkanas sudah sekitar 157 tahun, jadi masjid tertua di Bandung.
Saat pertama kali dibangun pada masa itu, Masjid Mungsolkanas hanya sebuah gedung berpanggung nan dibuat dari bilik. Seiring berjalannya waktu, masjid ini telah mengalami beberapa pembaharuan sehingga ada perubahan dari segi bangunannya.
Sekarang gedung masjid tertua di Bandung tersebut mempunyai dua lantai, berdiri kokoh dengan material tembok. Sisa-sisa gedung lamanya nyaris tidak ada lagi, visualnya sekarang sudah sangat modern dan jauh lebih kuat.
Masjid ini berdiri di tengah pemukiman padat penduduk, tepatnya di Gag Mama Winata, Jalan Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Masjid ini menghuni hamparan tanah wakaf dari family pengurus masjid di awal-awal masa berdirinya.
"Bangunan masjid ini didirikan di atas tanah nan diwakafkan oleh Lantenas, nenek dari Pak Zakaria, nan juga menjabat sebagai pengurus pertama masjid ini. Sekarang sudah direnovasi acapkali sampai nan paling besar itu tahun 2009," jelasnya.
Bangunannya sudah berubah total, tetapi di dalamnya tetap ada sisa-sisa barang peninggalan nan dijaga sampai hari ini. nan paling legendaris adalah sebuah Al-Quran nan ditulis manual menggunakan tangan. Pengunjung alias jamaah nan datang bisa melihatnya di etalase kaca di lantai dua.
Ada pula batu hitam besar nan menjadi penanda kehadiran Masjid Mungsolkanas. Di atas batu ini terukir nama dan tahun pembangunan masjid, dengan komplit tertulis "Masjid Mungsolkanas / Berdiri Tahun 1869 / Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi SAW".
Masjid Mungsolkanas bakal menghadirkan banyak program rutin nan diselenggarakan untuk mengisi bulan suci Ramadan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda Ramadan ini bakal berjalan selama satu bulan penuh dan diikuti oleh para jamaah masjid dan masyarakat sekitar.
Salah satunya adalah program pengajian anak nan bisa diikuti oleh anak-anak mini nan tetap belajar di Taman Kanak-kanak (TK). Sementara itu ada pula pengajian ibu-ibu nan dilangsungkan setiap Senin, Rabu dan Sabtu.
Tak ketinggalan Pesantren Kilat (Sanlat), tadarusan, buka berbareng dan penyediaan takjil gratis, hingga shalat tarawih berjamaah. "Baru-baru ini, ada Pejabat Gubernur juga ikut shalat tarawih berjamaah di Masjid Mungsolkanas," tambah Didin.
(ana/wiw)
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·