Jakarta, CNN Indonesia --
Pasokan minyak global dikhawatirkan terganggu imbas pembatasan aktivitas di Selat Hormuz di tengah panasnya bentrok perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Selain itu, nilai minyak bumi juga melonjak tinggi hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022.
Mengutip Reuters, nilai minyak Brent tercatat naik US$15,24 alias 16,4 persen ke level US$107,93 per barel pada Senin (9/3). Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$16,50 alias 18,2 persen menjadi US$107,40 per barel setelah sebelumnya sempat menyentuh US$111,24 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerangkan kapabilitas tempat penyimpanan alias storage BBM Indonesia memang hanya maksimal memperkuat 25 hari.
"Kemampuan daya tampung BBM kita sejak lama hanya maksimal di 25 hari. Cadangan nasional kita minimal 20 sampai 23 hari, sekarang sudah 23 hari, jadi sebenarnya sudah di atas standar minimal," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).
Menurut Bahlil, Selat Hormuz dilalui sekitar 20,1 juta barel minyak per hari, termasuk pasokan crude Indonesia dari area Timur Tengah.
"20,1 juta barel per day itu termasuk di dalamnya adalah Indonesia melakukan impor crude dari Timur Tengah nan melewati Selat Hormuz," kata Bahlil.
Selain itu, Bahlil menuturkan suplai minyak Indonesia nan berasal dari Timur Tengah merupakan minyak mentah dan hanya 25 persen dari kebutuhan nasional. Namun, pemerintah sekarang telah mendapat penggantinya.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan pemerintah melalui Pertamina telah menerima suplai baru dari Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil. Sedangkan untuk solar, telah diproduksi penuh dalam negeri.
Meski begitu, stok BBM Indonesia sebetulnya tercatat tetap dibawah standar International Energy Agency (IEA), ialah 90 hari persediaan minyak mentah alias produk BBM.
Lantas, gimana dengan stok BBM di negara tetangga area ASEAN?
Singapura
Negara ini tidak mempunyai persediaan minyak strategis milik pemerintah. Berdasarkan info IEA, Singapura menetapkan kebijakan bagi perusahaan pembangkit listrik (power companies) untuk mempunyai persediaan produk minyak selama 90 hari.
Sementara itu, mengutip laporan daya Asia-Pacific Economic Cooperation, stok penyimpanan operasional kilang minyak Singapura diprakirakan cukup selama 50 hari konsumsi.
Timor Leste
Mengutip Timor Gap, perusahaan minyak nasional Timor Leste tersebut berbareng pemerintah bakal membangun terminal impor BBM.Fasilitas tersebut ditargetkan untuk memperkuat ketahanan daya nasional nan bisa menampung stok BBM hingga 90 hari persediaan petroleum.
Selain itu, terdapat juga tambahan stok 30 hari minyak komersial sehingga total kapasitasnya mencapai 120 hari.
Malaysia
Mengutip IEA, Malaysia menetapkan tanggungjawab bagi perusahaan minyak nasional untuk mempunyai stok operasional minyak selama 30 hari. Meski begitu, stok tersebut bukan persediaan minyak nan disimpan pemerintah, tetapi persediaan untuk operasional perusahaan minyak.
Thailand
Berdasarkan The Government Public Relations Department, Thailand menyatakan persediaan minyak mentah dan BBM selama 60 hari.
Laos
Mengutip info IEA, Laos menetapkan dua tanggungjawab stok BBM. Pertama, perusahaan pengimpor minyak wajib mempunyai persediaan selama 21 hari. Kedua, pemasok wajib menjaga stok BBM selama 10 hari.
Vietnam
Mengutip Asia Pacific Energy Research Centre (APERC), Vietnam mempunyai total kapabilitas stok minyak mentah dan BBM selama 56 hari impor bersih.
Angka tersebut terdiri dari stok komersial selama 34 hari, stok operasional kilang di Dung Quat Refinery dan Nghi Son Refinery selama 16 hari, dan persediaan nasional pemerintah untuk produk olahan selama 6 hari.
Brunei Darussalam
Berdasarkan IEA, Brunei Darussalam mewajibkan persediaan operasional minyak selama 31 hari, terutama untuk akomodasi kilang minyak.
Myanmar
Mengutip Bloomberg, Myanmar menyatakan mempunyai persediaan minyak untuk konsumsi nasional selama 40 hari.
Selain itu, negara tersebut mempunyai persediaan 60 juta galon bensin dan nyaris 70 juta galon solar dengan konsumsi bahan bakar harian mencapai sekitar 3,2 juta galon.
Filipina
Berdasarkan info Energi Filipina Maret 2026, Filipina mempunyai stok BBM nasional selama 51,5 hari. Selain itu, negara tersebut juga mempunyai stok solar selama 50,5 hari, avtur selama 58 hari, minyak tanah selama 67,5 hari, serta LPG selama 29 hari.
[Gambas:Video CNN]
(fln/sfr)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·