CNN Indonesia
Kamis, 24 Apr 2025 09:27 WIB
Menurut Suzuki Indomobil Sales, pemerintah punya rencana melindungi investasi nan sudah ada di dalam negeri. (Suzuki Indomobil Sales)
Jakarta, CNN Indonesia --
Suzuki Indomobil Sales (SIS) meyakini pemerintah mempunyai komitmen terus menjaga keberlangsungan investasi para pelaku industri otomotif di dalam negeri meski Presiden Prabowo Subianto berencana melonggarkan patokan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Kami dari Suzuki percaya pemerintah bakal mempunyai rencana untuk melindungi investasi dalam negeri nan telah ada dan memberikan pengarahan terbaik untuk produksi peralatan nan ada saat ini di Indonesia," kata Donny Saputra, Deputy Managing Director SIS di Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titah Prabowo menuai pro dan kontra, terutama dari para produsen lokal nan telah banyak berinvestasi di Indonesia. Sebagian menilai pelonggaran patokan TKDN dapat merugikan lantaran pihak nan belum melakukan investasi di dalam negeri berkesempatan lebih leluasa menjajakan produk berbasis impor.
Secara akumulasi, Suzuki sendiri telah menanamkan investasi di Indonesia sebesar Rp22 triliun hingga akhir 2024 dan jumlah pekerja saat ini mencapai 450 ribu orang. Selain itu Suzuki turut menggandeng banyak pemasok komponen lokal dalam memproduksi kendaraan bermotor di dalam negeri.
Menurut Donny pihak Suzuki juga belum dapat berbincang banyak mengenai perintah Prabowo sampai ada keputusan lebih lanjut.
"Ya saat ini kami memilih untuk memantau sampai ada kajian nan lebih jelas," ucap dia.
Donny memastikan merek berlogo S ini tetap pada komitmennya memproduksi kendaraan bermotor hingga suku cadang melalui pabrik di Indonesia untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
"Kami selalu tekankan bahwa Suzuki Indonesia selalu konsentrasi pada produksi lokal untuk domestik maupun ekspor. Hal ini ditujukan dengan komitmen kami Suzuki dalam investasi, komitmen terhadap lokal konten, partisipasi pada program pemerintah seperti LCEV, dan peran serta kami dalam berkontribusi terhadap masyarakat Indonesia secara general," ungkapnya.
Ia juga belum dapat memperkirakan akibat nan bakal terjadi jika pelonggaran TKDN resmi bergulir.
"Karena saat ini kan baru statemen awal, kami percaya bakal ada kajian lebin dalam. Kami juga baru bisa lihat dampaknya seberapa setelah ada perincian izin pelonggaran itu," ucap Donny.
(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·