CNN Indonesia
Sabtu, 25 Apr 2026 18:55 WIB
Ilustrasi. Waspada ancaman lanjutan setelah serangan stroke. (iStockphoto/Michail_Petrov-96)
Jakarta, CNN Indonesia --
Stroke tetap menjadi ancaman kesehatan nan nyata di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensinya mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Namun, di kembali serangan nan terlihat, ada proses lain nan sering tak disadari, ialah kerusakan lanjutan pada sel-sel otak nan terjadi secara diam-diam.
Dokter ahli neurologi dari RSUP Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), Mohammad Kurniawan, menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi terhenti, memicu krisis daya pada sel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hitungan menit, sel-sel otak mulai kehilangan fungsinya. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, kerusakan dapat berkembang menjadi kematian sel nan memperparah kondisi pasien. Makanya, di fase akut stroke, situasi ini menjadi sangat krusial.
Salah satu aspek utama nan berkedudukan adalah gangguan pada mitokondria, bagian sel nan bekerja menghasilkan energi. Ketika produksi daya menurun drastis, sel tidak lagi bisa mempertahankan kegunaan normalnya.
"Fase ini sangat krusial dalam menentukan masa depan pasien," kata Kurniawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4).
Seiring perkembangan pengetahuan kedokteran, pendekatan terapi stroke sekarang tidak hanya berfokus pada pengamanan nyawa, tetapi juga perlindungan sel otak sejak dini.
Pendekatan ini dikenal sebagai terapi neuroprotektor, nan bekerja dengan mendukung metabolisme dan respirasi seluler.
Terapi ini dirancang untuk membantu sel otak memperkuat di tengah kondisi kekurangan oksigen, sekaligus memperlambat kerusakan jaringan selama fase kritis hingga memasuki masa pemulihan.
Salah satunya dengan metode Cytoflavin, sebagai salah satu opsi terapi nan dikembangkan dengan pendekatan tersebut. Dalam kondisi iskemik, terapi ini bekerja dengan meningkatkan efisiensi pemanfaatan oksigen serta mendukung pembentukan daya di tingkat sel.
Direktur PYFA, Antes Eko Prasetyo, mengatakan kebutuhan bakal penemuan terapi semakin mendesak, terutama lantaran tren stroke sekarang mulai bergeser ke usia produktif.
"Melalui pengedaran Cytoflavin, kami mau memastikan para tenaga kesehatan di Indonesia mempunyai akses terhadap opsi terapi nan tepat untuk mendukung proses pemulihan pasien stroke secara optimal," ujarnya.
Pendekatan berbasis support metabolik dinilai penting, mengingat tingginya nomor disabilitas pasca-stroke. Banyak pasien kudu menghadapi penurunan kualitas hidup jangka panjang akibat kerusakan otak nan tidak tertangani secara optimal sejak fase awal.
"Inovasi farmasi dengan presisi seperti inilah nan dibutuhkan untuk memberikan support terbaik bagi pasien nan memerlukan tatalaksana intensif seperti stroke di fase akut," kata Kurniawan.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·