Aceh, CNN Indonesia --
Tempat penitipan anak Baby Preneur Daycare di Banda Aceh nan pengasuhnya diduga aniaya bayi rupanya belum mengantongi izin meskipun sudah beraksi 5 tahun.
Kepala DPMPTSP Banda Aceh Mohd Ichsan membenarkan Baby Preneur Daycare belum mengantongi izin operasional, sehingga pihaknya tetap menutup tempat penitipan anak itu.
"Ya tidak mempunyai izin operasional namalain ilegal, ini memang kudu ditutup," kata Ichsan kepada wartawan, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemko Banda Aceh bakal memanggil pihak pengelola dan pemilik yayasan nan menaungi tempat penitipan anak tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya. Pihaknya juga bakal melibatkan polisi dalam proses penanganan sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan norma berlaku.
Sementara itu Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan sudah enam orang dari Yayasan Baby Preneur Daycare diminta keterangan mengenai kasus penganiayaan tersebut.
"Sudah enam saksi kami mintai keterangan mengenai kasus penganiayaan anak di salah satu yayasan penitipan anak nan ada di Banda Aceh," kata Dizha saat dikonfirmasi.
Pelaku utama ialah berinisial DS (24). Dari keterangan pelaku kasus itu sudah berulang kali dilakukannya ialah pada 24 dan 27 April 2026 dan diperkuat dengan bukti CCTV.
"DS merupakan pengasuh anak di Yayasan itu, kejadian ini terungkap sudah dua kali, ialah pada tanggal 24 dan 27 April," ucapnya.
Sebelumnya dari video nan beredar seorang pengasuh di daycare itu tampak jengkel saat memberi makan ke bayi tersebut. Pengasuh itu lantas menjewer, menampar dan menarik kaki dan tangan hingga terpental.
Kejadian itu diketahui pada Senin (27/4) melalui CCTV nan bisa di akses langsung orang tua nan menitipkan anaknya di sana.
Owner Baby Preneur Daycare, Husaini membenarkan adanya kejadian penganiayaan nan dilakukan pekerja di tempat penitipan anak tersebut. Kata dia, saat ini pelaku sudah diberhentikan.
"Benar, kejadiannya kemarin. Tiga orang sudah kita pecat usai kejadian, satu pelaku dan dua orang (pengasuh) nan saat itu ada di lokasi," kata Husaini kepada wartawan, Selasa (28/4).
Husaini menyebut pihaknya nan pertama kali menunjukkan kepada orang tua korban bahwa adanya tindakan penganiayaan tersebut. Pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua korban dan sudah menyerahkan pelaku ke polisi.
(dra/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·