CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 12:16 WIB
Ilustrasi. Ketahui apa saja langkah pertolongan pertama saat terkena air keras sebelum mendapatkan penanganan medis. (iStockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Air keras nan mengenai kulit dapat menimbulkan luka serius lantaran unsur kimia di dalamnya bisa merusak jaringan kulit dalam waktu singkat.
Air keras adalah cairan dengan tingkat keasaman tinggi. Saat terkena kulit, unsur ini dapat langsung menimbulkan rasa nyeri dahsyat hingga luka bakar. Contoh nan paling umum dikenal adalah masam sulfat (H₂SO₄) dan masam klorida (HCl).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luka bakar nan diakibatkan air keras bisa semakin parah jika tidak segera ditangani dengan benar. Karena itu, krusial mengetahui langkah pertolongan pertama nan tepat untuk membantu mengurangi kerusakan pada kulit sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
Berikut beberapa langkah pertolongan pertama jika terkena air keras nan perlu diketahui.
1. Jauhkan busana alias barang nan terkontaminasi
Langkah pertama nan perlu dilakukan adalah segera menyingkirkan busana alias barang nan terkena cairan kimia, seperti jaket, aksesori, alias tas.
Mengutip National Health Service (NHS), sebaiknya gunakan sarung tangan alias barang lain untuk melindungi tangan saat memindahkan busana nan terkontaminasi agar cairan kimia tidak mengenai kulit penolong.
2. Jangan mengelap area nan terkena
Refleks nan sering dilakukan ketika terkena cairan adalah mengelapnya dengan tangan alias kain. Namun, pada kasus air keras, tindakan ini justru tidak disarankan.
Mengelap dapat membikin cairan kimia menyebar ke area kulit lain sehingga memperluas luka bakar kimia.
3. Bilas dengan air bersih mengalir
Langkah terpenting adalah segera membilas area nan terkena air keras dengan air bersih nan mengalir. Pembilasan sebaiknya dilakukan selama sekitar 10 hingga 20 menit untuk membantu mengencerkan bahan kimia sekaligus mendinginkan kulit nan terkena.
Jika air bersih tidak tersedia, air apa pun nan tidak mengiritasi kulit, seperti susu, bisa digunakan sebagai pengganti sementara.
4. Cuci kulit dengan air dan sabun jika memungkinkan
Menurut pedoman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kulit nan terkena bahan kimia perlu segera dibilas dengan air dalam jumlah banyak dan busana nan terkontaminasi kudu dilepas agar bahan kimia tidak terus menempel pada kulit.
Setelah pembilasan awal, kulit nan terkontaminasi bahan kimia dapat dibersihkan menggunakan air dan sabun ringan.
5. Tutup luka dengan kasa steril
Setelah area luka dibersihkan, luka bakar dapat ditutup dengan perban alias kasa steril untuk melindungi jaringan kulit dari infeksi.Langkah ini berkarakter sementara sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
6. Segera cari support medis
Luka akibat air keras termasuk luka bakar kimia nan dapat merusak jaringan kulit hingga organ di bawahnya.Karena itu, korban sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit alias akomodasi kesehatan terdekat setelah mendapatkan pertolongan pertama.
CDC juga menyarankan agar korban nan mengalami paparan bahan kimia berat segera mendapatkan perawatan medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pertolongan pertama nan sigap dan tepat dapat membantu mengurangi akibat luka akibat air keras. Namun, langkah tersebut tidak menggantikan perawatan medis profesional.
(anm/fef)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·