slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Taud Ungkap Identitas 16 Terduga Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) membeberkan dugaan identitas dan peran 16 pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Eksternal KontraS Andrie Yunus.

Peneliti independen nan bekerja sama dengan TAUD dalam menginvestigasi tindak pidana percobaan pembunuhan berencana itu, Ravio Patra, mengelompokkan peran sejumlah pelaku menjadi tim eksekusi (terdiri dari OTK 1-OTK 5), tim pengintai jarak dekat (OTK 6-OTK 10), tim komando (OTK 11-OTK 13), dan tim pengintai jarak jauh (OTK 14-OTK 16).

TAUD turut menampilkan wajah terduga pelaku lapangan penyiram air keras tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, ada 16 OTK. Kami bagi menjadi 4 kelompok," ujar Ravio dalam konvensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

OTK 1 adalah pengendara motor penyiram air keras; OTK 2 sebagai penyiram air keras; OTK 3 sebagai pengendara motor nan memepet Andrie ketika eksekusi; OTK 4 sebagai pemindai letak menggunakan perangkat digital; dan OTK 5 sebagai pengawal eksekusi.

Kemudian dari tim pengintai jarak dekat, OTK 6 sampai OTK 10 masing-masing berada di Pos Halte Megaria, Pos Halte Megaria, Pos Jalan Mendut, Pos Jalan Mendut, dan Pos Taman Diponegoro.

Selanjutnya OTK 11 merupakan pemandu lokal (location scouting); OTK 12 sebagai koordinator lapangan; dan OTK 13 sebagai pemandu letak (location scouting).

Dari tim pengintai jarak jauh, OTK 14 sampai OTK 16 berada masing-masing di Pos Jalan Kimia.

"Kita bakal lihat beberapa video nan tujuannya adalah untuk menunjukkan kejadian perkara pada malam itu, pada hari itu dengan lebih rinci dan runut kepada teman-teman," ucap Ravio sembari memutar sejumlah video nan diperoleh dari kamera pengawas alias CCTV nan berada di area letak penyiraman.

Ravio memberi catatan ada diskrepansi alias ketidaksesuaian waktu di dua CCTV dengan lama masing-masing sekitar 3 menit dan 10 menit.

"Selain CCTV YLBHI Camera 01 (terlambat 00:03:18) dan Camera 03 (lebih sigap 00:10:18), time stamp CCTV lainnya dapat dipastikan akurat," ungkap Ravio.

Dalam kesempatan ini, TAUD juga menampilkan sejumlah peralatan bukti nan digunakan pelaku melakukan tindak pidana. Di antaranya wadah air keras, helm pelaku nan diduga sudah terdampak air keras, hingga 13 sepeda motor dan 2 mobil pelaku. Selain itu, peralatan bukti milik Andrie seperti helm, tas, busana atas, kacamata, dan spidometer motor nan meleleh akibat reaksi air keras.

Ada pelaku sipil

Pengacara publik dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) nan tergabung dalam TAUD, Afif Abdul Qoyyim, mengungkapkan dugaan ada sejumlah penduduk sipil dari 16 pelaku lapangan penyiram air keras kepada Andrie.

"Kami telah melakukan kajian terhadap 34 CCTV nan ada di YLBHI, KontraS, Lokataru dan juga di sekitaran TKP. Nah, di bukti-bukti itu kami menemukan setidaknya belasan pelaku nan diindikasikan berada di lapangan nan berasas petunjuk nan ada itu terdapat situasi saling terhubung antar sesama pelaku," ucap Afif.

"Dari keberadaan pelaku nan kami kajian tersebut, sangat terbuka indikasi gimana dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrew Yunus itu melibatkan sipil," sambungnya.

Berdasarkan temuan dalam investigasi tersebut, TAUD telah membikin laporan Tipe B ke Bareskrim Polri atas sangkaan percobaan pembunuhan berencana dan terorisme, Rabu 8/4). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/136/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri.

"Maka, kami melaporkan kepada pihak kepolisian dengan jenis model B ialah laporan nan disampaikan alias diajukan oleh pihak korban, dalam perihal ini Andrie Yunus nan diwakili oleh pihak kuasa hukumnya," tutur Afif.

"Kenapa ini kami lakukan? Secara umum kami mau berperan-serta dalam mengungkap kebenaran dan juga menegakkan keadilan bagi korban terutama Andrie Yunus melalui skema norma nan sah dan juga konstitusional," tandasnya.

Andrie Yunus disiram air keras sekitar tiga pekan lampau setelah mengisi siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) berjudul "Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI".

Polisi sempat mengumumkan inisial dua tersangka, namun di waktu nan berbarengan TNI juga menyampaikan sudah menahan empat orang dari BAIS TNI selaku pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Mereka adalah NDP, SL, BHW, dan ES.

Sementara itu, TAUD nan terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil menyebut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie melibatkan sedikitnya 16 orang. TAUD menyebut ini sebagai operasi intelijen.

Tanpa dasar norma dan argumen nan jelas, polisi melimpahkan penanganan perkara ke Puspom TNI. Hal ini menuai kritik banyak pihak lantaran ada kekhawatiran itu bakal berujung pada impunitas prajurit militer.

Teranyar, per Selasa (7/4) kemarin, Puspom TNI telah melimpahkan berkas perkara, peralatan bukti, dan empat orang tersangka penyiraman air keras ke Oditur Militer II-07 Jakarta.

(fra/ryn/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru