Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Irvansyah menjajaki kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) usai berjumpa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (29/4).
Pertemuan nan berjalan sekitar 1,5 jam tersebut membahas upaya penguatan peran Bakamla dalam mengamankan penerimaan negara, khususnya melalui pengawasan di wilayah perairan Indonesia.
"Untuk penguatan Bakamla sekaligus menjajaki kerja sama Bakamla dengan Bea Cukai demi mengamankan, meningkatkan pendapatan negara, mengurangi kebocoran di laut," ujar Irvansyah usai pertemuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut salah satu corak kerja sama nan diusulkan kepada Purbaya adalah patroli laut campuran hingga pertukaran info mengenai aktivitas terlarangan di perairan.
"Harapannya begitu. Harapannya kita dilibatkan, diikutsertakan, bergabung. Terutama nan di laut. Kalau sudah di darat, kita kan susah. Namanya Badan Keamanan Laut, bukan keamanan darat," ujarnya.
Irvansyah menambahkan Bakamla selama ini terlibat dalam penindakan beragam kasus penyelundupan di jalur laut, mulai dari tekstil, busana bekas, hingga hewan ternak, narkoba, dan mainan anak.
"2025 ya, sekitar mulai 2024 itu. Tekstil sama baju jejak nan kebanyakan dari Malaysia," ucapnya.
Adapun perincian kerja sama dengan DJBC tetap bakal disusun lebih lanjut.
"Detailnya (kerja sama) belum kita susun. Sudah selintas sudah ngomong sama Dirjen Bea Cukai saya ya, kita bakal siapkan. Mudah-mudahan kelak ya, Pak Menteri kelihatannya sudah setuju. Ya kelak kerja sama saja," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·