Jakarta, CNN Indonesia --
Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Trenggalek diwarnai dengan gelaran TGX Women Summit nan diinisiasi Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini.
Kegiatan nan berjalan di Gedung Bioskop NSC Trenggalek ini menghadirkan beragam agenda nan berfokus pada pemberdayaan perempuan.
Melalui forum tersebut, Novita nan juga personil Komisi VII DPR RI menegaskan pentingnya peran wanita dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini.
Untuk itu, dia membujuk wanita untuk terus menyalakan semangat perjuangan positif, terutama dalam lingkup family nan dinilainya menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TGX Women Summit dikemas dalam corak workshop nan memadukan beragam aktivitas inspiratif. Rangkaian aktivitas meliputi peluncuran kitab hingga pemutaran karya film, nan seluruhnya diarahkan untuk mendorong ekspresi dan produktivitas perempuan.
Salah satu agenda utama adalah peluncuran kitab berjudul Bising dan Hening, nan memuat kisah perjalanan wanita dalam menghadapi beragam persoalan hidup.
Selain itu, aktivitas juga diramaikan dengan pemutaran movie dokumenter dan animasi karya anak muda Trenggalek.
Novita menilai, banyak talenta muda wilayah nan telah berprestasi di tingkat nasional, meski kerap berkembang di luar wilayah asalnya. Hal ini mendorongnya untuk merangkul dan memberikan ruang bagi para pembuat muda tersebut.
Dalam kesempatan itu, Novita nan juga Master of Economic UINSATU menegaskan bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari refleksi peringatan Hari Kartini.
"Di mana hingga pada tahun 2026 kita tetap menghadapi banyak sekali barier-barier nan tidak menguntungkan bagi wanita dari beragam lapisan masyarakat nan ada," kata Novita dalam keterangannya dikutip Senin (20/4).
Novita menambahkan, mulai dari pusat hingga di seluruh daerah, dalam rangka aktivitas hari ini dirinya membujuk kepada seluruh wanita untuk menyalakan api perjuangan nan positif, untuk bisa menghadapi kehidupan masing-masing.
Lebih lanjut, mengenai peluncuran buku, Founders UPRINTIS Indonesia itu menekankan pentingnya mendorong produktivitas generasi muda, khususnya perempuan.
"Karena saya anak muda dan saya adalah wanita nan kebetulan mendapatkan amanah di Komisi VII, sehingga saya kudu menyalakan stimulasi-stimulasi nan imajinatif bagi anak-anak muda kita," imbuhnya.
Menurutnya, kitab tersebut tidak sekadar kumpulan tulisan, melainkan ruang refleksi bagi wanita untuk menuangkan pengalaman hidup menjadi karya bermakna.
Bukunya tentang historikal story seluruh perempuan-perempuan nan telah melewati beragam ujian. Di mana langkah mereka melewati dan apa nan menjadi pemikiran-pemikiran mereka nan mereka tuangkan dalam kitab ini.
"Sementara itu pesan nan mau saya sampaikan pada kitab ini bahwa terkadang dalam hidup nan bisa menasehati diri kita adalah diri kita sendiri. Maka ketika seseorang menuliskan ke dalam sebuah tulisan. Kemudian menemu kenali tulisannya sendiri 2 tahun alias 5 tahun mendatang, saya berambisi siapapun nan menulis dalam kitab ini, mereka bakal menjadikan kitab ini sebagai nasehat nan paling baik di masa depan mereka," tandasnya.
Di sisi lain, Novita juga menyoroti perkembangan sektor ekonomi imajinatif di Trenggalek, khususnya di bagian perfilman nan mulai menunjukkan tren positif. Ia mengaku kerap menemukan talenta muda asal Trenggalek nan justru berkembang di kota lain, dengan karya nan bisa bersaing di tingkat nasional.
Merespons perihal tersebut, dia berkomitmen untuk menghadirkan beragam program nan dapat mewadahi potensi tersebut di daerah.
"Nanti movie juga, saya menggandeng talent-talent dari Kabupaten Trenggalek. Dan juga kelak Insya Allah nanyi saya bakal laksanakan di tahun ini ada Workshoop alias Boot Camp dari Emtek untuk bisa melatih seluruh konten-konten pembuat nan ada di Kabupaten Trenggalek," tutup Novita.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, nan turut datang dalam aktivitas tersebut menyampaikan apresiasinya. Ia mengaku terinspirasi oleh Novita dalam memahami rumor kesetaraan gender.
"Saya sangat kagum sekali, lantaran saya sendiri juga pembelajar. Saya sekolah studi kelamin di S2, itu juga inspirasi dari Bunda Novita," katanya.
Lebih jauh, dia menekankan pentingnya kesadaran untuk mengikis ego patriarki dalam diri setiap individu.
"Saya juga berupaya untuk menekan ego patriarki dalam diri saya sendiri. Maka kehadiran saya sendiri juga sebagai bukti corak seremoni bahwa kita semua sama, kita semua bisa melaksanakan apapun," kata dia.
Dalam kesempatan ini dia menilai, seremoni Kartini sebenarnya bukan hanya perayaannya perempuan, lantaran banyak juga laki-laki nan tidak punya kemauan untuk memperbaiki diri maupun punya kemauan untuk meraih sesuatu nan lebih baik kedepannya.
Menutup pernyataannya, dia membujuk seluruh masyarakat Trenggalek untuk menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk terus berkembang.
"Sebagai corak seremoni orang-orang di Trenggalek, baik laki-laki alias perempuannya, mari kita menumbuhkan kemauan dan keberanian untuk lebih baik," kata Ipin sapaan berkawan Nur Arifin. (inh)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·