slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Update Polemik Ijazah Jokowi: Sentilan Mega, Kasmudjo, Mediasi Buntu

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Polemik mengenai keaslian piagam S1 milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tetap terus bergulir dan belum menemukan titik terang.

Langkah hukum, mulai dari gugatan hingga laporan polisi dari beragam pihak juga telah dilakukan dan tetap terus berproses.

Sejumlah pihak pun mulai ikut bersuara mengenai polemik keaslian piagam Jokowi tersebut. Termasuk, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah pembaruan terbaru mengenai polemik ini sebagai berikut:

Sentilan Megawati

Megawati menyinggung polemik dugaan piagam tiruan nan tengah ramai baru-baru ini saat memberikan sambutandi aktivitas peluncuran kitab 'Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)' di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5).

Dalam kesempatan itu, Mega tak menyinggung langsung nama Jokowi. Namun, dia menantang agar pihak nan sedang digugat, tak perlu ragu menunjukkan ijazahnya jika asli.

"Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, bener opo enggak? Ya kok susah banget ya, kan jika di piagam betul gitu, kasih aja, 'ini piagam saya' gitu loh," kata Mega.

Kesaksian Kasmudjo

Kasmudjo, pengajar pembimbing akademik Jokowi membeberkan isi obrolan dengan mantan mahasiswanya. Diketahui, Jokowi mengunjungi Kasmudjo di kediamannya pada Selasa (13/5) lalu.

Kasmudjo menyebut ini adalah pertemuan mereka pertama setelah sekian tahun. Jokowi datang ke rumahnya kemarin pagi dan keduanya berbincang selama kurang lebih 45 menit.

Selama itu pula, Kasmudjo menyatakan Jokowi juga tak membawa topik menyangkut polemik piagam sarjana Fakultas Kehutanan nan dikeluarkan oleh UGM.

Kasmudjo juga menyebut dirinya sama sekali tak tahu menahu perihal piagam sarjana Jokowi nan belakangan ramai disorot dan dituding palsu. Ia turut meluruskan bahwa dirinya bukanlah pengajar pembimbing skripsi Jokowi.

"Mengenai ijazah, saya paling tidak bisa cerita lantaran saya tidak membimbing (skripsi), tidak mengetahui, tidak ada prosesnya, lantaran pembimbingnya itu Prof. Sumitro. Pembantunya dan nan nguji ada sendiri, jadi jika mengenai (tuduhan) piagam sampai tiruan itu saya tidak bisa sama sekali cerita," kata Kasmudjo saat ditemui di kediamannya, Pogung, Mlati, Sleman, DIY, Rabu (14/5) sore.

"Dan saya sama sekali belum pernah memandang ijazahnya itu seperti apa, ya saya mau ngomong apa," sambung Kasmudjo.

Dalam obrolan itu, kata dia, Jokowi juga disebut tak menyinggung soal gugatan nan belakangan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Sleman dan tetap mengenai polemik ijazah.

Kasmudjo diketahui masuk dalam salah satu daftar tergugat berbareng rektor, empat wakil rektor, serta dekan juga kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM.

Kasmudjo pun menegaskan bahwa kunjungan Jokowi ke kediamannya hanya sebatas urusan silaturahmi. Sebab, mantan wali Kota Solo itu memang pernah berjanji untuk mampir ke rumah Kasmudjo.

Di sisi lain, mediasi gugatan mengenai keaslian piagam Jokowi di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta pada Rabu kemarin kandas mencapai kata sepakat dan berhujung buntu.

Mediasi ketiga ini dipimpin oleh oleh mediator non-hakim seorang pembimbing besar Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Adi Sulistyono. Muhammad Taufiq selaku penggugat tidakhadir lantaran sedang mengajar di salah satu universitas di Semarang.

Jokowi juga lagi-lagi tidakhadir di sidang mediasi nan ketiga ini. Ia diwakili kuasa hukumnya, YB Irpan. Selain Jokowi, Rektor UGM, Ova Emilia berhalangan hadir. Sedangkan tergugat lainnya, KPU Surakarta, SMA Negeri 6 Surakarta, dihadiri oleh prinsipal masing-masing.

YB Irpan menegaskan pihaknya tidak bakal memenuhi permintaan Taufiq, ialah agar Jokowi menunjukkan ijazahnya kepada publik.

"Penggugat melalui kuasa hukumnya dan Tergugat 1 (Jokowi) melalui kuasa hukumnya telah menyatakan bahwa untuk penyelesaian sengketa melalui mediasi dinyatakan deadlock," kata YB Irpan usai sidang.

Irpan juga memastikan kliennya tidak bakal menempuh jalan tenteram dalam menghadapi gugatan Taufiq.

"Tergugat Satu (Jokowi) sudah menutup pintu untuk damai. Karena kami punya kepercayaan atas keabsahan piagam Pak Jokowi," kata dia.

Dengan buntunya mediasi tersebut, Irpan menyebut pihaknya tidak bakal menghadiri mediasi selanjutnya. Mereka menginginkan agar perkara piagam ini dilanjutkan dengan proses persidangan oleh hakim.

"Karena kami sama sekali tidak bakal pernah mau memenuhi, kami bakal beri kesempatan dalam persidangan pemeriksaan pokok perkara agar penggugat leluasa membuktikan dalih gugatannya bahwa piagam Pak Jokowi palsu," kata dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Taufiq, Andika Dian Prasetya mengatakan kliennya tetap membuka diri untuk kompromi. Namun, pihaknya tetap mengusulkan sejumlah syarat nan dianggap penting.

"Tapi jika dari Pak Jokowi dari kemarin sudah bilang jika deadlock, dan mau segera melanjutkan (persidangan pokok perkara)," kata dia.

(fra/dis/fra)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru