Jakarta, CNN Indonesia --
Toyota Avanza dengan pelat nomor Lampung, BE, mendadak viral di media sosial lantaran membawa peralatan di genting nan kesannya di luar logika. Hal ini jelas tidak kondusif lantaran Avanza sebagai mobil penumpang tidak didesain untuk melakukan perihal seperti itu.
Dalam video pada akun Tiktok Adhitia Dwi Putra terlihat Avanza hitam BE 1767 MD membawa setumpuk peralatan nan ketinggiannya apalagi melampaui tinggi bodi Avanza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya tinggi, lebar tumpukan peralatan itu juga melampaui bodi Avanza nan membikin penampakannya jauh lebih mengkhawatirkan dibanding truk-truk terlarangan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Beragam peralatan menumpuk di genting Avanza, mulai dari kardus, gulungan plastik, hingga lembaran busa. Semua peralatan tersebut ditutup sebagian menggunakan terpal lampau diikat menggunakan tali seadanya.
Membawa peralatan di genting memang sering dianggap pengganti demi mensiasati kabin agar tetap lega alias mungkin sudah terlanjur penuh oleh penumpang. Namun perihal ini kudu ditunjang kalkulasi nan mengutamakan keselamatan.
Orang nan melakukan perihal seperti ini condong egois menggunakan jalan umum lantaran bukan hanya membahayakan dirinya sendiri tapi juga oran lain. Bukan hanya soal kecelakaan, tetapi penampakannya nan menarik perhatian saja sudah bisa bikin situasi berbahaya.
Dadi Hendriadi, General Manager Technical Service Division Toyota Astra Motor (TAM), pernah menjelaskan pada dasarnya genting mobil penumpang tidak didesain membawa beban. Maka, jika beban nan dimuat terlalu berlebihan tentu mempunyai risiko.
"Roof (atap mobil) itu dirancang bukan buat ngangkut barang. Ada kemungkinan jika peralatan ditaruh di atas ada penyok-penyok lah di roof," kata Dadi mengutip detik.
Ia juga menjelaskan pada dasarnya Avanza mempunyai batas untuk membawa orang dan barang.
"Avanza itu kan dirancang untuk tujuh orang plus peralatan 100 kg lah kira-kira. Satu orangnya diukur 70-75 kg. Sehingga jika orangnya hanya lima ya barangnya bisa banyak," kata Dadi.
Sementara Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menjelaskan menambah beban di genting mobil sama saja dengan memindahkan pusat gravitasi ke area lebih tinggi. Bila perihal itu dilakukan, maka titik keseimbangan mobil bakal berbeda dari biasanya.
Pergeseran titik gravitasi itu mesti dipahami pengemudi agar pola mengemudi bisa menyesuaikan. Salah satu penyesuaian ialah mengurangi kecepatan mobil sekitar 10 km per jam dari pemisah normal.
Namun kudu digarisbawahi, pedoman ini hanya bertindak buat pengemudi nan membawa peralatan bawaan di genting dengan ukuran wajar.
"Misalnya ada tulisan pemisah kecepatan di rambu 60 km per jam, berfaedah 50 km per jam," kata Sony.
Bila meletakkan peralatan di atap, meski sudah dirasa diikat kencang, tetap saja berisiko goyang lantaran pergerakan mobil sepanjang perjalanan. Agar menjaga keseimbangan setidaknya tidak terlalu banyak berubah, Sony bilang pemudik juga kudu mengerti tata langkah peletakan barang.
"Sebaiknya nan di atas ringan-ringan, bukan nan berat di atas lantaran ya tidak aman," katanya.
Maka dari itu sangat disarankan pengemudi nan hendak membawa peralatan di genting untuk menggunakan roof box lantaran dinilai lebih kondusif dari segi keselamatan.
(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·