CNN Indonesia
Selasa, 06 Mei 2025 10:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal pula pernah menjadi Bupati Purwakarta. (Tangkapan layar web jabarprov.go.id)
Bandung, CNN Indonesia --
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Demul) sudah tegaskan tidak ada seremoni wisuda untuk kelulusan dari tingkat TK sampai SMA sederajat. Demul menilai aktivitas tersebut menyantap biaya cukup besar.
"Ya sudah jelas, sudah ada edarannya. Penegasannya sudah jelas. Tidak boleh ada wisuda, tidak boleh ada perpisahan berbiaya tinggi," kata Dedi, Senin (5/5) malam.
Pernyataan ini sekaligus merespons video viral momen siswa-siswa merayakan kelulusan dengan mengundang mobil penyemprot air pemadam kebakaran ke laman sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa sekolah nan melakukan itu ada di Kabupaten Bekasi dan di Kabupaten Subang.
Dedi mengatakan untuk merayakan kelulusan sekolah tidak kudu wisuda. Dedi apalagi mencontohkan nan terjadi di sejumlah wilayah Jabar, dengan cukup mengundang pemadam kebakaran, aktivitas kelulusan sudah cukup meriah.
"Tadi banyak anak-anak posting tuh, disemprot pakai damkar aja bahagia," katanya.
Sebelumnya, Dedi menegaskan tidak boleh ada aktivitas di sekolah, terutamanya soal kelulusan nan membebani orang tua. Pasalnya, banyak orang tua nan mengeluhkan, sampai kudu meminjam kepada rentenir untuk seremoni kelulusan sekolah anaknya.
"Tidak boleh ada kegiatan-kegiatan nan membebani orang tua. Karena apa? Karena dampaknya mereka pinjam rentenir," kata dia nan pernah menjadi Bupati Purwakarta tersebut.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengeluarkan surat info nan ditujukan ke Dinas Pendidikan Jabar serta Kanwil Kemenag Jabar. Surat info itu ditujukan untuk membangun karakter para pelajar di Jabar.
Pada surat nan dikeluarkan pada tanggal 2 Mei 2025 tersebut, terdapat sembilan poin pada surat tersebut. Salah satu poinnya, menyinggung soal aktivitas kelulusan pelajar.
"Sekolah dilarang membikin aktivitas wisuda pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, sampai dengan pendidikan menengah. Kegiatan tersebut hanya seremonial nan tidak mempunyai makna akademik bagi perkembangan pendidikan di Indonesia," tulis surat info nan ditandatangani Dedi Mulyadi.
(csr/kid)
[Gambas:Video CNN]
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·