CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 16:30 WIB
Ilustrasi. Kucing bakal mendekat jika manusia bersedih. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak pemilik kucing merasa hewan peliharaannya tiba-tiba menjadi lebih perhatian saat mereka menangis. Kucing nan biasanya terlihat cuek bisa mendekat, menjilat, apalagi memeluk pemiliknya ketika memandang perubahan emosi.
Kucing memang bisa mendeteksi perubahan perilaku manusia, termasuk saat seseorang menangis. Dengan hatikecil nan tajam dan kebiasaan hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun, kucing terbiasa mengenali pola perilaku pemiliknya, mulai dari suara, ekspresi wajah, hingga rutinitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Senior Cat Wellness, berikut sejumlah argumen kenapa kucing mendatangi kita saat menangis:
1. Menyadari perubahan bunyi dan ekspresi
Kucing sangat peka terhadap bunyi dan ekspresi wajah manusia. Saat menangis, nada suara, napas, dan mimik wajah berubah drastis. Perubahan ini membikin kucing menyadari ada sesuatu nan tidak biasa.
Penelitian dari Universitas Bari menyebut kucing mempunyai representasi mental nan cukup baik terhadap emosi manusia maupun sesamanya. Meski begitu, kucing berumur 5-9 tahun disebut bisa mengalami penurunan sensitivitas dalam membaca emosi.
2. Rasa penasaran nan tinggi
Sebagai hewan dengan rasa mau tahu besar, kucing bakal mendekat untuk menyelidiki apa nan sedang terjadi. Tangisan menjadi stimulus baru nan menarik perhatian mereka.
3. Perubahan rutinitas
Kucing adalah makhluk nan terbiasa dengan pola. Ketika pemiliknya tiba-tiba bersikap berbeda-lebih diam, menangis, alias tidak responsif, kucing bakal bereaksi lantaran merasa rutinitasnya terganggu.
4. Bentuk ikatan dengan pemilik
Meski tidak sepenuhnya memahami emosi manusia, kucing dapat membangun ikatan dengan pemiliknya. Perilaku seperti mendekat, menggosokkan tubuh, alias menjilat bisa menjadi langkah mereka menunjukkan kedekatan.
5. Reaksi terhadap stres alias kecemasan
Tidak semua kucing merespons dengan langkah nan sama. Ada nan justru menjadi gelisah, menggigit, alias menjauh. Hal ini bisa terjadi lantaran mereka ikut merasakan perubahan suasana nan tidak nyaman.
Meski sering dianggap sebagai corak empati, kucing pada dasarnya merespons perubahan perilaku manusia, bukan memahami kesedihan itu sendiri.
Namun, kedekatan nan mereka tunjukkan tetap menjadi bukti bahwa kucing bisa membangun hubungan emosional dengan pemiliknya, meski dengan langkah nan berbeda dari manusia.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·