CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. Beberapa jenis makanan justru bisa bikin orang mudah stres. (iStockphoto/VivianG)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tidak semua makanan nan terasa menenangkan betul-betul membantu meredakan stres. Di kembali rasa 'comfort' nan ditawarkan, ada pengaruh biologis nan kerap luput diperhatikan, mulai dari lonjakan gula darah, peningkatan hormon stres, hingga gangguan pada sistem saraf.
Saat tubuh berada dalam kondisi tertekan, sistem saraf bekerja lebih keras dari biasanya. Dalam situasi ini, konsumsi makanan tinggi gula, kafein, dan lemak jenuh justru dapat memperparah respons stres.
Ahli gizi Brannon Blount menjelaskan bahwa hubungan antara makanan dan stres berkarakter dua arah. Apa nan dikonsumsi seseorang dapat memengaruhi suasana hati dan stabilitas emosi. Karena itu, krusial memahami bahwa tidak semua camilan saat stres merupakan pilihan nan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Real Simple, berikut sejumlah makanan nan diam-diam bisa memperparah stres:
1. Permen dan makanan tinggi gula
Permen dan makanan manis memberikan pengaruh sigap berupa rasa senang lantaran meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Namun, lonjakan ini tidak memperkuat lama. Setelahnya, gula darah bakal turun drastis, memicu tubuh merasa lemas, mudah marah, dan cemas.
Penurunan ini juga dapat mengaktifkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Inilah nan membikin seseorang susah fokus, apalagi merasa resah setelah mengonsumsi gula berlebih.
2. Keripik kentang
Keripik kentang dikenal sebagai camilan nan 'nagih' berkah kombinasi garam, lemak, dan tekstur renyah. Namun, rendahnya kandungan nutrisi membikin tubuh tidak mendapatkan daya nan stabil.
Karbohidrat olahan dalam keripik sigap dicerna sehingga memicu perubahan energi. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan ultra proses juga dikaitkan dengan peningkatan akibat stres psikologis dan gangguan suasana hati.
3. Minuman energi
Minuman daya sering dikonsumsi untuk melawan kelelahan saat stres. Padahal, kandungan gula tinggi dan kafein dalam jumlah besar justru membikin sistem saraf semakin terstimulasi.
Kafein meningkatkan debar jantung. Dalam kondisi stres, pengaruh ini bisa berlipat ganda, memicu rasa gelisah, jantung berdebar, dan susah berkonsentrasi.
4. Kue, biskuit, dan pastry
Jenis makanan ini merupakan kombinasi gula dan tepung olahan nan mudah diserap tubuh. Akibatnya, daya meningkat dengan cepat, tetapi juga turun dengan cepat.
Fluktuasi ini berakibat langsung pada suasana hati. Rasa nyaman sesaat kerap digantikan oleh kelelahan dan emosi nan tidak stabil.
5. Minuman bersoda
Minuman bersoda mengandung gula tinggi tanpa serat alias protein nan dapat memperlambat penyerapan. Akibatnya, lonjakan gula darah terjadi sangat cepat.
Kondisi ini sering menimbulkan sensasi tubuh terasa 'berenergi', padahal sebenarnya capek dan tidak seimbang. Lonjakan insulin juga dapat memicu kemauan untuk terus mengonsumsi makanan manis.
6. Snack keju olahan
Snack keju olahan termasuk makanan ultra proses dengan kandungan lemak jenuh dan bahan tambahan nan tinggi. Makanan ini tidak memberikan nutrisi nan mendukung kestabilan daya alias suasana hati.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak jenuh berlebih berangkaian dengan peningkatan stres dan kecemasan.
7. Kopi berlebihan
Kopi kerap menjadi jagoan untuk meningkatkan daya saat capek alias tertekan. Namun, konsumsi kafein berlebih justru dapat memperparah kondisi mental.
Kafein merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan produksi hormon stres, serta mengganggu kualitas tidur. Dalam kondisi stres, pengaruh ini membikin tubuh susah betul-betul rileks.
8. Es krim
Es krim sering dikaitkan dengan kenyamanan emosional, terutama saat sedih alias tertekan. Namun, kandungan gula tinggi, lemak jenuh, dan kalori besar membuatnya kurang ideal dikonsumsi saat stres.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti es krim dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon nan berkedudukan dalam respons stres. Akibatnya, rasa nyaman nan muncul hanya berkarakter sementara.
Pada akhirnya, pilihan makanan saat stres bukan sekadar soal rasa, tetapi juga gimana tubuh meresponsnya. Makanan tertentu mungkin terasa menenangkan di awal, tetapi bisa memperburuk kondisi secara diam-diam.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·