slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Zat Kimia Plastik Picu 2 Juta Kelahiran Prematur? Ini Kata Studi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 20 Apr 2026 14:30 WIB

Di kembali kepraktisannya, ada temuan nan cukup mengkhawatirkan. Paparan bahan kimia plastik disebut bisa picu kelahiran prematur dan kematian bayi. Ilustrasi. Studi ungkap paparan unsur kimia dari plastik dapat memicu kelahiran prematur dan kematian bayi baru lahir. (Istockphoto/Thomas Demarczyk)

Jakarta, CNN Indonesia --

Plastik jadi solusi praktis kebutuhan sehari-hari. Namun di kembali kepraktisannya, ada temuan nan cukup mengkhawatirkan. Studi menemukan paparan unsur kimia plastik bisa memicu kelahiran prematur dan kematian bayi baru lahir.

Mulai dari wadah makanan, botol minum, balut makanan, hingga produk perawatan tubuh, semuanya nyaris tak lepas dari plastik. Hal ini membuktikan sungguh plastik sangat diandalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, studi terbaru belum lama ini mengungkap temuan mengejutkan. Sebuah studi dunia terbaru mengaitkan paparan bahan kimia dalam plastik dengan nyaris 2 juta kasus kelahiran prematur dan sekitar 74.000 kematian bayi baru lahir di seluruh bumi pada 2018.

Mengutip dari CNN, penelitian nan dipublikasikan eclinicalMedicine menyoroti dua jenis bahan kimia, ialah Di-2-ethylhexylphthalate (DEHP) dan diisononyl phthalate (DiNP). Keduanya termasuk dalam golongan senyawa berjulukan phthalates atau juga dikenal dengan ftalat, digunakan untuk membikin plastik lebih lentur dan tahan lama.

Phthalates sering disebut sebagai everywhere chemicals lantaran penggunaannya sangat luas dan di mana-mana. Zat ini dapat ditemukan di beragam produk sehari-hari, seperti:

  • wadah dan pembungkus makanan
  • mainan anak
  • lantai vinyl dan gorden bilik mandi
  • produk perawatan tubuh (parfum, sampo, losion)
  • peralatan medis

Karena begitu banyak digunakan, paparan terhadap unsur ini nyaris tidak terhindarkan dalam kehidupan modern.

Bagaimana bisa plastik memicu kelahiran prematur?

Phthalates ini diketahui dapat mengganggu sistem endokrin, ialah sistem nan mengatur hormon dalam tubuh. Padahal, hormon memegang peran krusial selama kehamilan termasuk dalam menjaga perkembangan janin dan kestabilan kondisi rahim.

Para peneliti menjelaskan, ada beberapa kemungkinan sistem nan membikin phthalates meningkatkan akibat kelahiran prematur:

1. Gangguan kegunaan plasenta

Plasenta berfaedah menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Jika terganggu, janin bisa kekurangan asupan penting.

2. Peradangan dalam tubuh

Paparan phthalates dapat memicu inflamasi, nan berpotensi menyebabkan kontraksi dini.

3. Ketidakseimbangan hormon

Bahkan perubahan mini dalam hormon bisa berakibat besar pada perkembangan janin.

Kelahiran prematur sendiri didefinisikan sebagai kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur berisiko mengalami gangguan pernapasan, keterlambatan perkembangan, gangguan penglihatan, hingga masalah pendengaran.

Tak hanya phthalates, penelitian lain nan diterbitkan di Toxicology Reports juga menunjukkan bahwa paparan plastik bisa terjadi apalagi sebelum bayi lahir. Dalam studi tentang mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat mini ditemukan di plasenta, cairan ketuban, tali pusat hingga darah janin. Artinya, janin bisa terpapar unsur dari plastik sejak dalam kandungan.

Setelah lahir, paparan tersebut dapat bersambung melalui botol susu, bungkusan makanan, udara dalam ruangan, hingga produk sehari-hari.Penelitian tersebut juga mengaitkan paparan mikroplastik dengan potensi gangguan pada beragam sistem tubuh, mulai dari sistem saraf, pernapasan, hingga sistem reproduksi.

Dampaknya ini rupanya tidak merata di seluruh dunia, beban terbesar di negara berkembang. Studi tersebut menganalisis info dari sekitar 200 negara dan menemukan bahwa akibat terbesar terjadi di wilayah Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan.

Wilayah-wilayah ini condong mempunyai pertumbuhan industri plastik nan cepat, serta pengelolaan limbah nan belum optimal.

Peralatan makan dari bahan plastik juga bisa melepaskan mikroplastik.Ilustrasi. Sebaiknya lebih jeli lagi memilih peralatan dari plastik guna meminimalisir akibat kesehatan. (Ade Irma Suryani)

Di tengah paparan nan susah dihindari, ada beberapa langkah sederhana nan bisa membantu mengurangi risiko:

  • Hindari menggunakan plastik untuk makanan alias minuman panas
  • Pilih produk dengan label bebas phthalates
  • Gunakan wadah pengganti seperti kaca alias stainless steel
  • Kurangi penggunaan plastik sekali pakai
  • Perhatikan bahan pada produk perawatan tubuh

Penelitian-penelitian ini memang belum sepenuhnya membuktikan hubungan sebab-akibat langsung. Namun, hubungan nan konsisten antara paparan phthalates dan akibat kesehatan termasuk pada janin menjadi sinyal krusial untuk lebih waspada.

Memahami akibat penggunaan plastik bisa jadi langkah awal untuk membikin pilihan nan lebih bijak, terutama bagi ibu mengandung dan family nan sedang merencanakan kehamilan.

(anm/els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru