Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan sekitar 40 ribu hektare (ha) sawah yang rusak akibat musibah di wilayah Sumatra akan dipulihkan tanpa membebani petani.
Seluruh proses perbaikan, mulai dari rekonstruksi lahan nan lenyap hingga penanaman ulang, bakal ditangani langsung oleh pemerintah.
Saat meninjau kerusakan 82 hektare sawah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Amran menyampaikan pemerintah mengambil alih penuh seluruh tahapan pemulihan di wilayah terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti jadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan, bibit gratis. Kami bakal bangun seperti semula dan kami bakal tanami sampai serah terima kepada pemiliknya," ujar Amran dalam keterangan resmi, Rabu (3/12).
Ia meminta pemerintah wilayah segera merampungkan manajemen pemisah bagian agar rekonstruksi lahan dapat dimulai.
Amran pun memberikan waktu satu hingga dua minggu untuk menyelesaikan pendataan tersebut.
"Kami beri waktu satu-dua minggu, selesaikan manajemen patok bidang-bidangnya mana, pemiliknya lantaran ini sawahnya rata. Kita bakal perbaiki kembali. Itu tanggung jawab pusat. Kami nan ambil alih," katanya.
Setiap letak bakal ditangani sesuai tingkat kerusakan. Untuk sawah nan rata tersapu banjir, pemerintah bakal melakukan pencetakan ulang.
Sementara itu, lahan nan tetap dapat diselamatkan bakal mendapatkan support bibit cuma-cuma dan perangkat mesin pertanian.
"Jadi kami tanggung jawab ambil alih sampai selesai dan bukan saja di sini, tapi seluruh nan terdampak. Ada nan hanya ditanami, kami kirim bibit dan traktor; ada nan seperti ini rusak, kita perbaiki kembali. Semua kita tangani sesuai kondisinya," jelasnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) memanfaatkan kontraktor lokal untuk mempercepat pekerjaan, dengan pembiayaan sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat.
Amran menargetkan pemulihan selesai dalam satu hingga dua bulan, menyesuaikan kesiapan perangkat berat serta kesiapan manajemen daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Amran juga memastikan kesiapan beras di wilayah terdampak tetap sangat aman. Pemerintah telah menambah persediaan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan.
"Kami siapkan persediaan beras tiga kali lipat dari kebutuhan. Jadi tidak usah cemas masalah persediaan beras," ujarnya.
Dengan rangkaian langkah pemulihan tersebut, pemerintah menargetkan aktivitas produksi pertanian di wilayah terdampak dapat kembali melangkah dalam waktu dekat.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/sfr)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·