Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menyampaikan penjelasan resmi mengenai eksposur kreditnya terhadap PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), nan saat ini tengah menjalani proses kepailitan.
Manajemen Bank BJB mengamini Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan seorang mantan pegawai Bank BJB berinisial DS sebagai tersangka dalam dugaan perkara korupsi mengenai pemberian akomodasi angsuran kepada Sritex.
"Dalam perihal ini kami informasikan bahwa DS telah menjadi mantan pegawai perseroan sejak April 2023," bunyi pernyataan manajemen dalam keterbukaan info di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank BJB menjelaskan akomodasi angsuran diberikan kepada Sritex pada 2020 dalam corak Kredit Modal Kerja. Saat ini, nilai pokok angsuran nan tetap tercatat (outstanding) adalah sebesar Rp543,9 miliar.
Pihak perusahaan menyebut nilai itu telah dicadangkan sepenuhnya setelah Sritex dinyatakan pailit dan inkrah sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko.
Seiring dengan proses norma nan berjalan, Bank BJB telah mengusulkan tagihan kepada tim kurator. Total nilai tagihan nan diajukan, termasuk pokok, bunga, dan denda, adalah sebesar Rp671,7 miliar.
Terkait status norma Sritex, manajemen Bank BJB merujuk pada proses perdata di mana Sritex sebelumnya memperoleh putusan homologasi dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang.
Namun, putusan tersebut telah dibatalkan dengan penetapan pailit berasas putusan nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN. Niaga Smg tertanggal 21 Oktober 2024.
Dalam konteks norma pidana, Bank BJB menyampaikan sejumlah pihak dari internal perusahaan telah memberikan keterangan kepada Kejagung sebagai bagian dari proses penyidikan.
"Perseroan senantiasa menghormati proses norma dan berkomitmen untuk bersikap kooperatif sesuai dengan peraturan nan berlaku," tulis manajemen.
Bank BJB juga menyatakan bakal mengikuti setiap proses norma baik di bagian kepailitan maupun pidana dan memantau perkembangan perkara secara berkala.
"Kami percaya bahwa proses norma bakal berjalan secara objektif, profesional, dan adil," imbuhnya.
Sejauh ini, manajemen menegaskan operasional dan kelangsungan upaya tetap melangkah normal.
"Kegiatan operasional perseroan tetap melangkah secara normal dan menjadi prioritas utama bagi perseroan. Seluruh jejeran dewan dan manajemen tetap berkomitmen untuk memberikan jasa terbaik bagi nasabah, mitra bisnis, dan pemegang saham kami," tulis manajemen dalam keterangannya.
Bank BJB menambahkan tidak terdapat info alias kejadian krusial lain nan material nan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan maupun pergerakan nilai saham.
Kejagung sebelumnya menetapkan eks Direktur Utama Sritex periode 2018-2023 Iwan Setiawan Lukminto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi mengenai akomodasi angsuran dari perbankan.
Penetapan ini dilakukan setelah interogator menemukan bukti nan cukup atas dugaan penyalahgunaan biaya dari akomodasi angsuran nan diterima perusahaan tekstil tersebut.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar menjelaskan Sritex menerima akomodasi angsuran dari empat bank pelat merah, ialah Bank DKI, Bank Jabar, Bank Jateng, serta konsorsium bank nan terdiri atas BRI, BNI, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dengan nilai total nyaris mencapai Rp3,6 triliun.
Selain Iwan, dua orang dari pihak bank juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Secara finansial, berasas laporan finansial per Juni 2024, Sritex tercatat mempunyai utang total senilai US$1,6 miliar alias sekitar Rp26,09 triliun. Dari jumlah tersebut, utang kepada sektor perbankan mencapai US$618,9 juta alias sekitar Rp10,09 triliun.
Pinjaman terdiri atas utang jangka pendek senilai US$131,42 juta dan utang jangka panjang sebesar US$1,47 miliar. Nilai tanggungjawab ini tercatat lebih tinggi dibandingkan total aset perusahaan nan sebesar US$653,51 juta alias sekitar Rp10,66 triliun.
Bank BJB merupakan salah satu dari 28 bank nan tercatat sebagai kreditur Sritex. Fasilitas pinjaman nan diberikan oleh ke-28 bank tersebut bervariasi, mulai dari belasan juta hingga puluhan juta dolar AS, dengan Bank Central Asia, State Bank of India, Citibank, dan Bank Jabar di antara pemberi angsuran terbesar.
[Gambas:Video CNN]
(del/agt)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·