Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin buka bunyi mengenai dugaan adanya gangguan sinyal di insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).
Bobby mengungkap saat ini pihaknya tetap menantikan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kita mendukung penuh investigasi nan sedang dan bakal dilakukan oleh KNKT," katanya di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan PT KAI bakal mengikuti rekomendasi nan nantinya dikeluarkan oleh KNKT.
"Kita juga bakal mematuhi dan bakal mengikuti semua rekomendasi nan bakal dilakukan oleh KNKT," ujar Bobby.
Dalam video nan beredar di media sosial, seorang laki-laki berseragam KAI menyebut adanya sinyal eror sebelum kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
[Gambas:Youtube]
"Kayaknya ada sinyalnya nan error ini. Tadi infoin PK-nya cuman saya belum copy informasinya sepenuhnya udah keburu sinyalnya merah," kata laki-laki tersebut dalam video nan beredar di media sosial.
Berdasarkan kronologi awal, kejadian kecelakaan bermulai ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL kudu dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran berakhir berdinas dan melangkah di luar agenda reguler.
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 nan mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sepenuhnya sehingga terlibat kejadian dengan KA PLB 5568 nan sedang berhenti.
Kementerian Perhubungan saat ini tetap menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai dengan penyebab kecelakaan ini.
(dhz/ins)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·