Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bimo Wijayanto mengakui sistem inti manajemen perpajakan di Indonesia tetap belum sempurna.
Walau mengakui terdapat ketidaksempurnaan dalam sistem, dia mengatakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tetap memberikan jasa kepada masyarakat secara total.
"Kami menyadari bahwa sistem inti manajemen perpajakan kami memang belum sempurna, tetapi jasa kami betul-betul totalitas," kata Bimo di KPP Madya Jakarta Pusat, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan jejeran DJP tetap memberikan pelayanan maksimal melalui instansi pelayanan pajak (KPP) dan instansi wilayah, apalagi hingga akhir pekan.
Menurut dia, jasa tetap melangkah meski tenaga kerja DJP dalam skema kerja elastis contohnya seperti saat work from home (WFH).
"Anggota kami di seluruh KPP, di seluruh kanwil, di seluruh Indonesia melayani tanpa ada istirahat. Bahkan sampai Jumat, Sabtu, dan Minggu. Ketika work from home mereka tetap 50 persen kapabilitas jasa dipertahankan," ujarnya.
[Gambas:Youtube]
Selain itu, DJP juga melakukan pendekatan langsung kepada wajib pajak, khususnya korporasi nan memerlukan pendampingan dalam proses pelaporan.
Bimo menuturkan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan wajib pajak mendapatkan support nan memadai dalam memenuhi kewajibannya.
"Kami juga menjemput bola ke korporasi-korporasi nan memang kami penemuan memerlukan asistensi," ujar Bimo.
Di sisi lain, DJP memastikan keamanan info wajib pajak tetap terjaga di tengah ketidaksempurnaan sistem ini. Bimo menegaskan perlindungan info dilakukan melalui pengawasan berlapis oleh sejumlah lembaga terkait.
"Data wajib pajak sangat kondusif lantaran kami selalu diaudit oleh Badan Sandi dan Siber Negara mengenai keamanan jaringan, juga oleh Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai perlindungan info pribadi," ujar Bimo.
"Termasuk juga stress test selalu dilakukan oleh lembaga-lembaga nan diminta untuk me-review sistem," jelasnya.
(dhz/ins)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·