slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Inflasi Sri Lanka Meroket 2 Kali Lipat Imbas Kenaikan Harga Energi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Inflasi Sri Lanka melonjak tajam pada April 2026, dipicu kenaikan nilai daya di tengah konflik Timur Tengah nan tetap berlangsung.

Inflasi tahunan negara tersebut tercatat menembus 5,4 persen pada April, namalain naik dua kali lipat dibandingkan catatan Maret ialah 2 persen, sebagaimana dilansir dari AFP.

Departemen Sensus dan Statistik Sri Lanka menyebut lonjakan inflasi terutama disebabkan kenaikan nilai bahan bakar dan tarif listrik, nan kemudian mendorong biaya transportasi serta nilai pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah meningkatkan nilai bensin dan solar nyaris sepertiga, serta tarif listrik hingga 40 persen, menyusul serangan nan dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Data resmi juga menunjukkan inflasi non-pangan meningkat lebih tinggi, ialah 6,8 persen pada April, dibandingkan 2,9 persen pada Maret. Angka tersebut juga berbalik dari deflasi 3,6 persen pada periode nan sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, inflasi April tercatat lebih tinggi dari proyeksi Central Bank of Sri Lanka nan memperkirakan inflasi sebesar 5,0 persen.

[Gambas:Youtube]

Sri Lanka sendiri tetap berupaya memulihkan ekonomi pascakrisis parah pada 2022, saat negara itu kehabisan persediaan devisa untuk bayar impor krusial seperti makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Pemulihan tersebut sempat terganggu musibah siklon pada November lampau nan menewaskan sedikitnya 643 orang dan berakibat pada lebih dari 10 persen populasi negara tersebut. World Bank memperkirakan kerusakan langsung akibat musibah itu mencapai US$4,1 miliar.

Saat ini, Sri Lanka tengah menjalankan program bailout senilai US$2,9 miliar dari International Monetary Fund nan disepakati pada awal 2023. Namun, lonjakan nilai daya dinilai menjadi tantangan besar bagi upaya pemulihan ekonomi negara tersebut.

Sebagai catatan, inflasi Sri Lanka sempat mencapai puncaknya di kisaran nyaris 70 persen pada September 2022, saat krisis ekonomi mencapai titik terburuk.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru