Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah emak-emak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menahan jenazah nan hendak dikuburkan lantaran semasa hidup jenazah diklaim mempunyai utang. Jenazah baru diberangkatkan ke kuburan setelah family menyatakan siap bertanggung jawab terhadap utang tersebut.
Dalam video nan viral terlihat dua orang mendekati ustad nan tengah menyampaikan pesan sebelum memberangkatkan jenazah ke makam. Mereka meminta izin kepada ustad untuk menyampaikan tanggungan utang jenazah semasa hidupnya.
"Panikah almarhum andik otang, sagemik gram emas biasah, pesse lema belles juta, perkiraan duratos lema beles jutah otangah (Almarhumah ini punya utang 25 gram emas, duit Rp15 juta, diperkirakan Rp215 juta utangnya)," ujar emak-emak tersebut mengutip detikcom, Selasa (3/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam potongan video selanjutnya, emak-emak tersebut mengaku terpaksa menyampaikan perihal itu di tengah suasana duka. Pasalnya, family almarhumah alias mahir waris dianggap tak bertanggung jawab.
"Tak langkong jek koburagi montak tage bedeh nyandek nakpotonah maupun suaminah maupun tretannah tak langkong jek koburagi manggu petong toron. (Maaf, jangan dikuburkan sebelum ada nan bertanggung jawab anaknya maupun suaminya maupun saudaranya, maaf jangan dikuburkan meskipun sampai tujuh turunan)," bebernya.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko puji Waluyo, membenarkan kejadian itu. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2) di Desa Ragung, Kecamatan Pengarengan, Sampang. Jenazah diketahui seorang wanita berinisial SM (46).
"Setelah bermusyawarah, pihak family almarhum siap bertanggung jawab/menanggung utang almarhum. Setelah terjadi kesepakatan, almarhum dimakamkan dengan kondusif dan lancar," ujarnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·