slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Fakta-fakta Pria Ngaku Aparat Hajar 3 Petugas Spbu Di Jakarta

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga petugas SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur menjadi korban aksi penganiayaan oleh seorang laki-laki mengaku abdi negara berinisial JMH yang emosi lantaran tak diberi jatah BBM subsidi pertalite.

Pelaku sukses ditangkap tim campuran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung di area Rawalumbu, Bekasi Timur pada Selasa (24/2).

CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kebenaran mengenai tindakan penganiayaan petugas SPBU itu, sebagai berikut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku bukan aparat

Sempat beredar berita bahwa pelaku penganiayaan merupakan seorang aparat. Namun, setelah didalami, polisi memastikan pelaku adalah penduduk sipil nan berprofesi sebagai wiraswasta.

"Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan personil Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyebut pelaku berinisial JMH merupakan pekerja rental. Namun, Alfian belum menjelaskan lebih lanjut ihwal pekerjaan pelaku.

"Pelaku berinisial JMH (31) dipastikan bukan personil Polri, melainkan seorang pekerja rental," kata dia, Rabu (25/2).

Pakai pelat bodong

Dalam penganiayaan itu, pelaku diketahui juga memakai Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) nan tidak sesuai peruntukannya namalain pelat bodong.

Berdasarkan foto nan diterima, pelat nomor nan digunakan oleh pelaku bernomor L-1-XD. Pelat nomor itu bukan diperuntukkan untuk mobil Toyota Vellfire hitam nan digunakan pelaku.

Kepada polisi, pelaku mengaku menggunakan pelat bodong tersebut agar bisa mengisi BBM subsidi jenis Pertalite pada kendaraannya.

"Pernyataan saya kenapa Anda pakai TNKB palsu?," kata Alfian dalam video nan diunggah dalam akun IG @alfiannurrizal.id, dikutip Rabu (25/2).

"Siap untuk isi Pertalite pak," jawab pelaku.

"Pertalite, untuk cari murah?," tanya Alfian.

"Siap," jawab pelaku.

Alasan sebut 'jenderal'

Masih dalam video itu, Alfian turut menanyakan ihwal argumen pelaku sempat menyebut bahwa mobil nan dia kemudian adalah kendaraan 'jenderal'.

"Kamu kenapa kok memilih ini mobil jenderal?," tanya Alfian.

"Biar diisi pak," kata pelaku.

"Terus maksud Anda jenderal apa? Jenderal polisi alias jenderal TNI?," tanya Alfian lagi.

"Tidak ada sebut instansinya, hanya sebut jenderal," jawab pelaku.

Dalam video itu, Alfian turut menanyakan kepada pelaku soal argumen melakukan penganiayaan. Pelaku berkilah penganiayaan dilakukan lantaran bajunya ditarik duluan oleh petugas SPBU.

Positif narkoba

Alfian turut mengungkapkan pelaku penganiayaan petugas SPBU itu rupanya positif narkoba berasas hasil tes urine.

Alfian menerangkan pihaknya melakukan tes urine lantaran pelaku kerap mengubah keterangan saat proses pemeriksaan.

"Setelah dilakukan tes urine, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," ucap Alfian.

3 pegawai jadi korban

Tiga pegawai SPBU menjadi korban penganiayaan orang tersebut.

"Iya betul, ada tiga korban pegawai kami nan diduga dianiaya oleh oknum aparat," kata salah satu Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38) saat ditemui di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin.

Mukhlisin menyebut total ada tiga korban dalam kejadian tersebut, ialah satu staf dan dua operator.

Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, nan telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim, operator nan baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.

"Khoirul Anam kena tamparan di pipi. Lukman dipukul di rahang sebelah kanan. Sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut sampai giginya goyang," kata Mukhlisin.

Gigi patah

Gigi seorang operator SPBU berjulukan Abud Mahmudin (28) patah akibat dihajar oleh pelaku.

"Gigi saya patah jadi separuh doang, tidak rata. Berdarah lantaran sarafnya kena pas dihajar bagian pipi," kata Abud saat ditemui di SPBU 3413901 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa.

Pria nan telah bekerja sekitar empat tahun sebagai operator SPBU itu mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula keributan nan terjadi di letak kerjanya.

Saat peristiwa itu berlangsung, dia hanya beriktikad memandang situasi lantaran mendengar kegaduhan di area depan SPBU.

Melihat rekannya dipukul, Abud refleks mendekat. Namun, dia mengaku tidak ikut berbincang ataupun terlibat dalam perdebatan.

Pelaku lantas menunjuk-nunjuk ke arahnya sebelum melayangkan pukulan. Pukulan pertama mengenai bagian mata hingga membuatnya pusing dan kebingungan.

Tak berakhir di situ, pelaku kembali menghampirinya dan memukul bagian pipi serta area atas belakang telinga. Pukulan tersebut berakibat serius pada bagian mulut korban.

"Semakin sakit, apalagi gigi saya sampai patah," ucap Abud.

Akibat luka tersebut, dia mengaku kesulitan makan dan berbicara. Bahkan saat berbuka puasa, dia merasakan nyeri nan cukup mengganggu.

"Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong aja tetap ngilu," kata Abud.

(dis/gil)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru