slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Imf Ungkap Dampak Ngeri Perang Timur Tengah Ke Ekonomi Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga finansial global, International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan memperingatkan akibat besar akibat eskalasi bentrok di Timur Tengah nan berpotensi menekan ekonomi bumi dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam laporan World Economic Outlook terbaru, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2026 dari sebelumnya 3,3 persen menjadi 3,1 persen. Sementara itu, inflasi dunia diperkirakan tetap tinggi di level 4,4 persen tahun ini sebelum turun ke 3,7 persen pada 2027.

IMF menyebut proyeksi pertumbuhan semestinya bisa lebih tinggi jika tidak ada perang di Timur Tengah nan pecah sejak akhir Februari. Sebelumnya, ekonomi dunia ditopang oleh investasi teknologi nan kuat serta kondisi finansial nan relatif stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bentrok antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran nan berujung pada eskalasi lebih luas menjadi tekanan besar baru bagi ekonomi global.

Situasi ini dinilai sangat volatil hingga membikin IMF meninggalkan skenario dasar proyeksi dan beranjak ke skenario referensi nan lebih berhati-hati.

Dalam skenario tersebut, IMF mengasumsikan bentrok tidak meluas dan gangguan rantai pasok mulai mereda pada pertengahan 2026. Meski begitu, akibat penurunan tetap mendominasi.

[Gambas:Youtube]

Jika bentrok meluas dan merusak prasarana daya di Timur Tengah, pertumbuhan dunia bisa ambruk hingga 2 persen, sementara inflasi berpotensi melonjak di atas 6 persen pada 2027.

Dampak ekonomi dari bentrok ini diperkirakan tidak merata. Negara berkembang dan pasar negara berkembang menjadi pihak nan paling terdampak, dengan revisi pertumbuhan turun sekitar 0,3 poin persentase. Sebaliknya, negara maju relatif lebih stabil, meski tetap menghadapi tekanan jika bentrok memburuk.

IMF mencatat area Timur Tengah menjadi wilayah nan paling terdampak. Ekonomi Iran diperkirakan menyusut hingga 6,1 persen tahun ini. Negara pengekspor minyak seperti Qatar dan Irak juga diproyeksikan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 8,6 persen dan 6,8 persen.

Kuwait dan Bahrain juga diperkirakan mengalami kontraksi pada 2026 meski berpotensi pulih pada 2027.

Efek rambatan juga terasa ke negara Barat. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,3 persen. Sementara area euro diturunkan menjadi 1,1 persen pada 2026 dan 1,2 persen pada 2027.

Beberapa negara besar di Eropa turut direvisi turun. Jerman diproyeksikan tumbuh 0,8 persen pada 2026, Prancis 0,9 persen, Italia 0,5 persen, dan Spanyol 2,1 persen.

Di Asia, pertumbuhan China sedikit diturunkan dari 4,5 persen menjadi 4,4 persen. Sebaliknya, India dan Rusia justru mengalami revisi naik, masing-masing menjadi 6,5 persen dan 1,1 persen.

IMF menilai akibat dunia tidak hanya datang dari perang, tetapi juga meningkatnya proteksionisme perdagangan dan potensi bentrok baru dalam rantai pasok global, termasuk komoditas strategis seperti logam tanah jarang.

Di sisi lain, peningkatan shopping pertahanan di beragam negara akibat ketegangan geopolitik juga menjadi perhatian. IMF mengingatkan shopping ini bisa mendorong pertumbuhan jangka pendek, tetapi berisiko meningkatkan inflasi, membebani fiskal, dan mengurangi anggaran sosial.

Selain itu, IMF juga menyoroti perkembangan teknologi kepintaran buatan (artificial intelligence/AI). Meski berpotensi meningkatkan produktivitas, ada akibat terbentuknya gelembung valuasi nan bisa memicu koreksi besar di pasar finansial dunia jika ekspektasi untung tidak terpenuhi.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru