CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 01:00 WIB
Ilustrasi. Tak sedikit orang nan membatasi dirinya namalain jarang pembaruan unggahan di media sosial. Ternyata ada kepribadian nan mencerminkan perihal ini, lho. (iStockphoto/jjlim80)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebagian orang memilih untuk jarang mengumbar kehidupannya di media sosial (medsos) lantaran argumen tertentu. Siapa sangka, ternyata kepribadian orang nan jarang pembaruan media sosial mencerminkan karakter diri.
Di era digital seperti sekarang, media sosial seakan telah menjadi bagian dari kehidupan orang-orang. Orang dengan mudah menulis alias membagikan sesuatu di akun media sosialnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, di sisi lain, tidak sedikit orang nan membatasi dirinya namalain jarang update unggahan di media sosial. Hal ini diyakini berasosiasi dengan kepribadian seseorang.
Lantas, seperti apa kepribadian orang nan jarang pembaruan unggahan di media sosial? Melansir laman Hope Trust dan sumber lainnya, berikut penjelasannya.
1. Tidak butuh pengakuan
Seseorang sering kali merasa senang ketika mendapatkan pengesahan dari orang lain lewat media sosial. Namun, orang nan jarang pembaruan di medsos umumnya tidak berjuntai pada penilaian serta pengakuan orang lain.
Lebih jauh dari itu, mereka juga tidak terlampau resah untuk memikirkan beragam perihal agar terlihat senang di medsos. Karakter seperti ini justru menimbulkan kebebasan dan emosi tidak terkekang.
2. Memiliki percaya diri tinggi
Umumnya orang nan jarang pembaruan di medsos punya rasa kepercayaan diri tinggi. Dalam teori self-determination, disebutkan bahwa otonomi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia nan paling penting.
Maka, orang nan sudah percaya pada dirinya sendiri condong tidak mudah mendapatkan tekanan, dalam perihal ini lewat media sosial. Alih-alih eksis, seseorang nan pede biasanya merasa nyaman tanpa sorotan publik.
3. Menghargai privasi
Salah satu kepribadian orang nan jarang pembaruan media sosial adalah menghargai privasi. Bagi orang dengan karakter seperti ini, privasi merupakan sesuatu nan mahal.
Oleh karenanya, sering kali ditetapkan batasan-batasan nan disertai kesadaran penuh mengenai mana perihal nan berkarakter publik dan mana nan hanya perlu untuk diri sendiri.
4. Senang menjaga hubungan secara nyata
Pernahkah mendengar istilah "yang dekat menjauh, nan jauh mendekat?" Nah,kepribadian orang nan jarang pembaruan di media sosial biasanya senang menjaga hubungan secara nyata daripada di bumi maya.
Misalnya, orang dengan karakter nan jarang pembaruan medsos umumnya lebih menikmati setiap momen pertemuan daripada obrolan alias "pertemuan" secara virtual. Dengan begitu, detail-detail mini bakal semakin bermakna.
5. Tidak terpengaruh tren
Perkembangan tren di media sosial sangatlah cepat. Bagi orang nan jarang pembaruan medsos, mereka biasanya tidak terpengaruh dan tak perlu mengikuti tren tersebut.
Hal ini berakibat pada rasa ketenangan pikiran, terhindar dari Fear of Missing Out namalain FOMO, dan hal-hal lain nan sifatnya sementara.
Justru dengan tidak mengikuti tren, bakal muncul beragam nilai positif seperti produktivitas nan meningkat, hubungan sosial lebih nyata, dan kesehatan mental lebih baik.
(hdr/fef)
[Gambas:Video CNN]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·