KULTUM KEMULIAAN RAMADAN
CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Hendaknya manusia mengutamakan takwa di atas segalanya, lantaran inilah modal hidup nan menentukan di bumi dan akhirat. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam kehidupan, manusia sering dihadapkan pada pilihan antara mengutamakan dunia alias mengutamakan takwa sebagai modal utama hidup. Namun hendaknya manusia mengutamakan takwa di atas segalanya.
"Siapa nan modalnya itu adalah takwa, maka lidahnya bakal kelu, artinya tidak bisa lagi menyebut tentang sifat untung agamanya [karena] terlalu banyak," ujar ustadz sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia pada Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf mengutip pandangan ustadz dari Kufah, Sulaiman bin Mihran al-A'masy, nan juga seorang periwayat sabda dan mahir pengetahuan Al-Qur'an. Adapun dalam pandangan tersebut, orang nan hanya mengutamakan perihal duniawi, lidahnya bakal geluh dari memberi sifat kerugian bagi agamanya.
Takwa artinya berpegang teguh pada perintah Allah dan menjauhi segala kemaksiatan. Jika segala perbuatan dibangun sesuai dengan syariat, maka seseorang bisa memperoleh banyak kebaikan nan tak terhingga.
Di sisi lain, seseorang nan berpegang pada suatu prinsip nan menyalahi syariat, maka dia bakal mendapatkan banyak keburukan nan tak bisa digambarkan oleh lisannya.
"Kalau kita itu melangkah di atas syariah, melangkah di atas manhajillah, jalannya Allah, Allah SWT bakal memberikan kepada kita tuntunan nan semuanya itu membawa kebaikan kepada hamba-Nya," tutur Ma'ruf.
Ma'ruf menekankan, semua kebaikannya di bumi maupun di alambaka diberikan Allah kepada hamba-Nya, lantaran Allah tidak mempunyai kepentingan apa pun di bumi ini.
Syariat Islam sendiri adalah jalan nan dibangun atas dasar hikmah dan kemaslahatan bagi manusia. Syariat penuh dengan keadilan, rahmat, maslahat (manfaat), dan hikmah.
Tidak ada satu pun patokan syariah nan tidak setara alias tidak membawa rahmat dan manfaat. Jika ada sesuatu nan bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut, maka itu bukan bagian dari hukum nan sebenarnya.
Berjalan di atas hukum berfaedah mengikuti manhaj Allah nan membawa kebaikan. Sebaliknya, jika seseorang menyimpang dari jalan Allah, maka bakal muncul beragam akibat jelek seperti kezaliman, penipuan, permusuhan, iri hati, dan kesombongan nan merusak kehidupan masyarakat.
Oleh lantaran itu, krusial bagi setiap Muslim untuk menjadikan takwa sebagai modal utama dalam hidupnya, bukan sekadar mengejar dunia. Dengan takwa, manusia bakal mendapatkan kebaikan nan melimpah, baik di bumi maupun di alambaka nanti.
(rti)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·