slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Jawa Timur Siaga Cuaca Ekstrem Hingga 10 Maret 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis peringatan awal mengenai potensi cuaca ekstrem nan diprediksi melanda nyaris seluruh wilayah Jawa Timur. Kondisi ini diperkirakan berjalan hingga 10 Maret 2026.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman musibah hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga hujan es.

"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur nan dapat mengakibatkan terjadinya musibah hidrometeorologi, hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es hingga 10 Maret 2026," kata Taufiq, Selasa (3/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Taufiq, saat ini Jawa Timur sedang berada dalam fase transisi musim hujan ke musim kemarau. Seiring dengan itu, terjadi peningkatan aktivitas cuaca nan ekstrem dan akibat bagi rutinitas penduduk di beragam daerah.

"Saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Diprakirakan dalam sepekan ke depan bakal terjadi peningkatan cuaca ekstrem nan berakibat signifikan terhadap aktivitas masyarakat," ucapnya.

Daerah nan berpotensi dilanda cuaca ekstrem itu meliputi Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember.

Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban.

Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkakan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya dan Kota Batu.

Taufiq menyebut, kejadian ini dipicu oleh adanya gangguan atmosfer nan cukup kompleks. Kombinasi antara gelombang atmosfer dan suhu muka laut nan hangat memicu pertumbuhan awan hujan nan sangat masif di wilayah Jawa Timur.

"Potensi cuaca ekstrem ini merupakan akibat adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency dan Gelombang Rossby nan bakal melintasi wilayah Jawa Timur, suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur tetap cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal nan labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif nan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, nan dapat disertai petir dan angin kencang," ucapnya.

Selain itu, kajian angin menunjukkan adanya pola pertemuan angin alias konvergensi. Kecepatan angin nan meningkat serta indikasi tutupan awan nan tebal memperkuat prediksi terjadinya hujan dalam lama nan cukup lama pada Maret ini.

"Berdasarkan kajian angin gradien 3.000 feet tanggal 28 Februari 2025 Jam 07.00 WIB, angin dominan dari arah barat dengan pola pertemuan angin (konvergensi) dan terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur sebesar 25 Knot," ujarnya.

BMKG Juanda pun mengimbau masyarakat dan lembaga pemerintah wilayah mengenai agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat nan disertai petir dan angin kencang.

Warga nan tinggal di area rawan musibah seperti lereng gunung alias perbukitan diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap akibat pohon tumbang maupun jarak pandang nan terbatas.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada terhadap akibat nan dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini," pungkasnya. 

(frd/gil)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru