Jakarta, CNN Indonesia --
Hendrik Irawan, laki-laki nan viral berjoget cuan Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan penjelasan soal tindakan nyelenehnya nan mengundang kontroversi.
Dalam video nan menjadi buah bibir masyarakat, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu berjoget-joget lampau menyatakan cuan Rp6 juta per hari dari program MBG.
SPPG miliknya di Desa Pangauban, Kecamatan Barujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sekarang ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran rupanya ada akomodasi nan belum memenuhi standar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendrik berdasar tindakan joget itu dilakukannya sudah lama namun baru diunggah di akun media sosialnya. Kemudian dia juga tak bermaksud menyombongkan soal insentif nan diterima.
"Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada nan menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," kata Hendrik saat ditemui, Jumat (27/3).
Ia sama sekali tak beriktikad merendahkan program Presiden RI, Prabowo Subianto. Saat videonya viral dengan tendensi negatif, dia sempat tersulut emosi sampai beriktikad melaporkan beberapa akun media sosial ke polisi.
"Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima jika netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa," kata Hendrik.
Hendrik menyampaikan permohonan maaf terbuka atas aksinya tersebut. Ia menerima akibat penutupan sementara SPPG miliknya atas huru-hara nan dia ditimbulkan.
"Saya minta maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima jika SPPG ditutup sementara, sembari kita juga terus berbenah," kata Hendrik.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi menyebut viralnya tindakan joget-joget Hendrik Irawan itu juga dinilai mencoreng nilai baik di kembali program MBG nan jadi jagoan Presiden Prabowo Subianto demi meningkatkan kualitas anak-anak.
"Ya itu kan urusan individual sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan ke depan SPPG di KBB konsentrasi mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan tindakan seperti itu," kata Ramzi saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).
[Gambas:Instagram]
Ramzi menyebut saat ini SPPG Pangauban milik Hendrik Irawan ditutup sementara. Selain buntut dari viralnya tindakan joget-joget nan bersangkutan, rupanya ada prasarana nan dibangun tidak sesuai standar.
"Ditutup sementara, dari beberapa dapur dia baru 1 nan beroperasi. Jadi ada prasarana nan belum sesuai standar, kelak bakal dicek lagi sebelum kembali dibuka. Waktu penutupan ya sesuai lamanya dia melakukan perbaikan," kata Ramzi.
Baca selengkapnya di sini.
(isn/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·