Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun merespons pernyataan mantan Wapres Jusuf Kalla soal subsidi BBM. Dia menyampaikan JK tak mendapatkan ases info terakhir soal kondisi fiskal dan APBN.
Dia menuturkan kalkulasi dari Kementerian Keuangan mengenai subsidi itu sudah didukung oleh kalkulasi jeli dan memperhatikan daya dukung ruang fiskal.
"Perhitungan Menteri Keuangan di depan rapat Komisi XI memastikan nilai BBM Subsidi tidak naik sampai akhir tahun 2026 walaupun dugaan rata-rata minyak bumi sampai US$100/barel," kata Misbakhun dalam keterangannya, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tokoh bangsa, dia menegaskan, wacana yg disampaikan oleh Jusuf Kalla untuk meningkatkan nilai BBM kurang elok dan kurang bijaksana.
Dia menuturkan sudah sepantasnya JK dengan pengalaman 2 periode sebagai wapres dalam dua kali pemerintahan presiden, membangun narasi nan menyejukkan.
"Sebagai tokoh bangsa, wacana nan disampaikan oleh Jusuf Kalla untuk memaksakan kehendak nya dengan meningkatkan nilai BBM ini kurang elok dan kurang bijaksana," katanya.
Sebelumnya, JK mengatakan pemerintah sebaiknya meningkatkan nilai BBM dalam rangka mengurangi subsidi daya selama ini. Dia menegaskan subsidi daya bakal membikin defisit APBN sehingga kudu dikurangi.
(asa)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·