slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Mastercard Kerek Omzet Usaha 'wong Cilik' Lewat Program Pendampingan

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mastercard mengungkapkan lebih dari separuh pelaku upaya mikro dan mini (UMK) nan mengikuti program pendampingan Strive di Indonesia mencatat peningkatan omzet.

Program Manager Mercy Corps Indonesia Glory Sunarto mengatakan hasil pertimbangan menunjukkan 57 persen peserta melaporkan kenaikan untung upaya setelah mendapatkan training dan akses pendampingan bisnis.

"Hasil penilaian akibat menunjukkan bahwa 57 persen partisipan melaporkan ada peningkatan untung usaha. Jika sasaran awal kami berkontribusi terhadap peningkatan upaya sebesar 15 persen, program ini telah melampaui dengan capaian 57 persen," ujar Glory dalam aktivitas Laporan Mastercard Strive Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan hingga akhir Januari 2026 program Mastercard Strive telah menjangkau dan mendampingi lebih dari 550 ribu pelaku UMK di Indonesia.

Sebanyak 75 persen dari peserta program tersebut merupakan upaya nan dipimpin alias dimiliki perempuan, tersebar di 15 kabupaten di lima provinsi.

Glory mengatakan pendampingan nan diberikan mencakup literasi keuangan, pemasaran digital, hingga penguatan kapabilitas pengelolaan usaha.

Hasilnya, lebih dari 70 persen pelaku UMK wanita telah masuk ke dalam ekosistem digital, termasuk memanfaatkan pemasaran daring dan perangkat keamanan siber untuk mendukung operasional bisnis.

"Dari beragam pencapaian program nan ada saat ini, lebih dari 70 persen wanita upaya mikro mini telah masuk dalam ekosistem digital, mulai dari menggunakan perangkat keamanan siber hingga mengaplikasikan digital marketing untuk mengembangkan usahanya," ujarnya.

Selain peningkatan kapabilitas digital, program tersebut juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMK.

Mercy Corps mencatat lebih dari 26 ribu pelaku upaya mendapatkan akses angsuran upaya melalui 17 lembaga jasa keuangan, dengan 97 persen penerima merupakan wanita dan sebagian besar baru pertama kali memperoleh pembiayaan formal.

Menurut Glory, akses awal terhadap pembiayaan tersebut kemudian mendorong pelaku UMK memanfaatkan jasa finansial lain, seperti dompet digital, QRIS merchant untuk pembayaran, hingga asuransi mikro.

Layanan tersebut dinilai membantu memperkuat ketahanan upaya sekaligus mempercepat peningkatan pendapatan.

Pendampingan nan dilakukan mentor juga berakibat pada penguatan manajemen usaha. Lebih dari 80 persen peserta dinilai mempunyai kapabilitas pengelolaan upaya nan lebih baik, termasuk dalam perencanaan produksi dan pengelolaan keuangan.

Bahkan sekitar 85 persen peserta mengaku baru mendapatkan info mengenai langkah mengoperasikan upaya secara lebih efektif melalui program tersebut.

"Pendampingan dari penyedia membantu pelaku upaya meningkatkan keahlian pengelolaan finansial dan perencanaan produksi, sehingga kapabilitas upaya mereka menjadi lebih baik," ujarnya.

Secara keseluruhan, program ini juga mencatat 80.734 pelaku UMK mulai mengaplikasikan pemasaran digital, 146.280 pelaku upaya mengakses sumber daya training dan modul pendampingan, serta 109.330 pelaku upaya menggunakan pedoman keamanan siber untuk melindungi aktivitas bisnisnya.

Selain itu, sebanyak 126.498 pelaku UMK mengakses jasa finansial seperti tabungan, QRIS merchant, dompet digital, dan asuransi.

Meski demikian, Glory mengakui pencapaian dalam pembuatan lapangan kerja baru tetap terbatas. Evaluasi program menunjukkan hanya sekitar 5 persen peserta nan melaporkan pembukaan lapangan kerja tambahan, dengan rata-rata menyerap satu hingga tiga pekerja baru.

Ia menambahkan, training dan pendampingan juga berakibat pada peningkatan kepercayaan diri pelaku usaha.

"Dari training dan pendampingan nan diperoleh 63 persen upaya mikro dan kecil, mereka percaya bahwa kapabilitas untuk membikin setiap keputusan bagi upaya mereka adalah perihal nan baik untuk meningkatkan rasa percaya diri termasuk kepercayaan mereka untuk menyisihkan dan mempunyai biaya darurat," jelas dia lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru