Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah memangkas sasaran penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 menjadi Rp279,5 triliun. Sedianya, sasaran diarahkan hingga Rp295 triliun dengan skema nan lebih elastis dan kembang 6 persen per tahun.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kapabilitas subsidi dan komitmen penyaluran dari perbankan.
Ferry mengatakan penetapan sasaran KUR tidak hanya merujuk pada ruang fiskal subsidi nan tersedia, tetapi juga kesiapan bank penyalur dalam menyalurkan angsuran kepada pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di kita itu ada sasaran sesuai dengan kapabilitas subsidi. Kalau sesuai dengan kapabilitas subsidi kita bisa mencapai itu, tapi kita juga perlu konfirmasi dengan kapabilitas penyaluran bank," ujar Ferry dalam konvensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan nomor Rp279,5 triliun merupakan jumlah nan telah dikonfirmasi kepada bank penyalur, terutama bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Jumlah nan bisa kita konfirmasi ke bank itu di Rp279,5 triliun. Jadi nan sudah kita distribusikan ke masing-masing bank dan nan bakal mereka commit untuk menyalurkan totalnya sekitar Rp279,6 triliun," katanya.
Menurut Ferry, KUR tetap difokuskan bagi pelaku upaya nan mempunyai prospek tetapi belum memenuhi syarat perbankan alias belum bankable.
"Targetnya terutama pelaku upaya nan usahanya bagus tapi belum bisa akses bank. Usahanya punya prospek, tapi belum bankable, ini nan jadi sasaran kita," ujarnya.
Sepanjang 2025, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp270,08 triliun alias sekitar 96,4 persen dari sasaran Rp280 triliun. Penyaluran tersebut menjangkau 4,59 juta debitur dan menyerap sekitar 13,77 juta tenaga kerja. Sekitar 60,71 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor produksi.
Ferry juga menyebut sekitar 3 juta debitur pada 2025 mengalami peningkatan kelas upaya secara bertahap, baik dari sisi plafon angsuran maupun skala usaha, misalnya dari super mikro ke mikro, lampau ke mini hingga komersial.
Untuk 2026, total sasaran angsuran program pemerintah mencapai Rp308,41 triliun. Dari jumlah tersebut, KUR reguler sebesar Rp279,53 triliun, sementara sisanya terdiri dari Kredit Alsintan Rp233,10 miliar, Kredit Industri Padat Karya (KIPK) Rp549,51 miliar, serta Kredit Program Perumahan (KPP) sekitar Rp28,1 triliun.
Meski sasaran plafon KUR ditetapkan Rp279,5 triliun, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan nan lebih fleksibel, termasuk suku kembang KUR Mikro dan KUR Kecil sebesar 6 persen efektif per tahun serta peningkatan porsi penyaluran ke sektor produksi menjadi minimal 65 persen.
[Gambas:Video CNN]
(del/sfr)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·