Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah resmi menurunkan tarif bea masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan industri dari 5 persen menjadi 0 persen. Kebijakan ini diambil untuk menekan lonjakan nilai bahan baku plastik di tengah gangguan pasokan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan LPG bakal digunakan sebagai pengganti bahan baku pengganti nafta dalam industri petrokimia.
"Diturunkan dari 5 persen ke 0 persen," ujar Airlangga dalam konvensi pers di Jakarta, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan langkah ini dilakukan agar industri tetap memperoleh pasokan bahan baku, terutama untuk kebutuhan produksi plastik nan belakangan tertekan akibat gangguan rantai pasok global.
Airlangga menegaskan pemberlakuan kebijakan ini tetap menunggu patokan teknis nan bakal diterbitkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Ia menambahkan, kebutuhan bahan baku pengganti menjadi krusial lantaran refinery domestik memerlukan pasokan nan stabil untuk menjaga produksi plastik, termasuk bungkusan nan banyak digunakan sektor makanan dan minuman.
"Karena refinery dibutuhkan untuk bahan baku plastik, kelak Menperin dan Menkeu menyiapkan peraturannya," pungkasnya.
[Gambas:Youtube]
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·