Jakarta, CNN Indonesia --
PT Pertamina (Persero) tetap memantau perkembangan perang di Timur Tengah sebelum mengambil keputusan mengenai nilai bahan bakar minyak (BBM) ke depan.
Perseroan menegaskan seluruh aspek bakal menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan harga. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan proses pertimbangan tetap berjalan seiring dinamika dunia nan terus berkembang.
"Untuk tarif BBM ke depan ini tetap kami berproses memandang perkembangan lebih lanjut," ujar Baron dalam konvensi pers di kantornya, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dia memastikan kesiapan BBM sangat mencukupi untuk menemani perjalanan masyarakat saat mudik Lebaran 1447 H.
"Tentu kami sudah sampaikan bahwa stok untuk Ramadan dan Lebaran aman, Insya Allah bisa melangkah dengan baik. Itu menjadi tanggungjawab utama kami terlebih dahulu," jelasnya.
Terkait kondisi stok, Baron menyebut persediaan nan ada saat ini tetap mencukupi kebutuhan dalam negeri. Ia menjelaskan bentrok nan terjadi terbilang baru sehingga stok sebelumnya tetap dapat menopang kebutuhan nasional.
"Jadi seperti kita ketahui ini kan baru terjadi (perang). Jadi stok kami nan kemarin tetap bisa menutupi dan ini terus berjalan, stok kita bakal terus berjalan," katanya.
Pertamina menegaskan seluruh pertimbangan, baik kondisi pasokan, nilai minyak dunia, maupun perkembangan geopolitik, bakal menjadi dasar dalam menentukan kebijakan nilai BBM.
"Semua aspek tentu bakal jadi pertimbangan. Kami tetap terus memonitor perkembangannya," tegas Baron.
Pertamina memastikan prioritas utama saat ini adalah menjaga kesiapan daya nasional tetap kondusif sebelum mengambil langkah lanjutan mengenai penyesuaian tarif BBM.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/pta)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·