Jakarta, CNN Indonesia --
Rencana pembukaan ratusan lowongan bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) alias sederajat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan dilakukan melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan lulusan SMA ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di beragam jenjang.
"Usulan tersebut ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan tugas dan kegunaan DJBC, khususnya guna mendukung optimasi penyelenggaraan tugas di lapangan," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, proses rekrutmen tersebut tetap menunggu persetujuan secara umum dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) sebagai dasar penyelenggaraan tahapan teknis rekrutmen selanjutnya.
Setelah persetujuan dikantongi, rekrutmen bakal dilakukan melalui seleksi CPNS pada umumnya sesuai ketentuan KemenPANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Apabila telah memperoleh persetujuan, penyelenggaraan rekrutmen nantinya bakal mengikuti ketentuan nan ditetapkan oleh KemenPANRB dan BKN sebagaimana sistem seleksi CPNS pada umumnya," ujar Budi.
Oleh lantaran itu, dia mengimbau masyarakat selalu memverifikasi info rekrutmen CPNS melalui kanal resmi pemerintah guna menghindari potensi penipuan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan lowongan ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan nan dinilai mendesak.
Menurut Purbaya, posisi teknis memerlukan sumber daya manusia nan siap bekerja langsung di lapangan.
"Kalau di Keuangan (Kemenkeu) sendiri, seperti saya bilang dulu, kita buka di Bea Cukai sekitar 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga nan betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka," ujar Purbaya di kantornya, Selasa (7/4) lalu.
Purbaya mendorong penyelenggaraan perekrutan kali bisa segera dieksekusi.
Sang Bendahara Negara menilai proses rekrutmen sebelumnya melangkah cukup lama.
Lebih lanjut, mengenai rekrutmen CPNS secara umum tahun ini, Purbaya menegaskan tidak ada hambatan anggaran.
Namun, Purbaya mengingatkan kewenangan rekrutmen ada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada," ujarnya.
Pada Februari lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Rini Widyantini mengisyaratkan bakal ada tes CPNS pada 2026 untuk mengisi posisi kosong nan ditinggalkan PNS nan pensiun tahun lalu.
Rini mengungkapkan menyebut jumlah ASN nan pensiun pada 2025 mencapai 160 ribu dan kudu segera digantikan. Tes CPNS 2026 bakal difokuskan pada rekrutmen lulusan baru (fresh graduate).
"Kami juga kan sudah menyediakan sekitar 160 ribu pensiun nan memang kudu diisi," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2) dikutip Detik.
Sebelum membuka tes CPNS 2026, Rini bakal memandang lebih lanjut kebutuhan dari segi kompetensi. Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan pemda mengenai kebutuhan di daerah.
[Gambas:Youtube]
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·