slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Satgas Prr Percepat Pembersihan Lumpur Dan Rehabilitasi Sawah Di Sumatra

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mengakselerasi proses pembersihan lumpur serta perbaikan lahan sawah. Langkah ini difokuskan pada wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.

Upaya pembersihan material lumpur bermaksud utama untuk memulihkan mobilitas penduduk dan memastikan seluruh akomodasi publik kembali beraksi secara normal. Sementara itu, rehabilitasi lahan pertanian menjadi prioritas guna menjaga stabilitas stok pangan serta mempercepat pemulihan ekonomi para petani setempat.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa penanganan lumpur merupakan kunci utama percepatan pemulihan di dataran rendah. Fokus utama pemerintah adalah memastikan akses dan produktivitas lahan kembali seperti semula dalam waktu cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lumpur ini menjadi problem nan paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).

Berdasarkan laporan perkembangan per Sabtu (28/3), Satgas PRR mencatat adanya progres nan signifikan pada pengerjaan bentuk di ketiga provinsi tersebut. Provinsi Aceh mencatatkan jumlah titik penanganan terbanyak dengan total sasaran mencapai 476 letak pembersihan.

Sejauh ini, sebanyak 396 letak di Aceh telah sukses dibersihkan sepenuhnya dari sisa material bencana. Satgas melaporkan bahwa 80 letak lainnya tetap dalam tahap pengerjaan intensif agar dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat.

Kondisi serupa terlihat di Provinsi Sumatra Utara nan mempunyai sasaran pembersihan pada 24 letak terdampak. Sebanyak 20 titik di wilayah tersebut telah tuntas ditangani, sementara empat letak sisanya tetap terus diproses oleh tim di lapangan.

Pencapaian berbeda dilaporkan dari Provinsi Sumatra Barat di mana proses pembersihan lumpur telah rampung secara menyeluruh. Seluruh sasaran nan berjumlah 29 letak di wilayah Sumbar sekarang sudah dinyatakan bersih 100 persen.

BNR KemendagriProses pembersihan lumpur pascabencana Sumatra. (Foto: Arsip Kemendagri)

Paralel dengan pembersihan pemukiman, Satgas PRR juga terus mengejar sasaran rehabilitasi lahan sawah seluas 42.702 hektare. Hingga saat ini, sekitar 991 hektare sawah telah sukses direhabilitasi dan siap untuk digunakan kembali untuk aktivitas pertanian.

Data terbaru menunjukkan bahwa tetap terdapat 5.333 hektare lahan sawah nan berada dalam proses penanganan teknis. Secara rinci, di Provinsi Aceh terdapat 42 hektare sawah nan sudah pulih dari total sasaran seluas 31.464 hektare.

Di wilayah Sumatra Utara, tim Satgas telah menyelesaikan rehabilitasi pada 170 hektare lahan dari total sasaran 7.336 hektare. Sementara itu, Sumatra Barat menunjukkan progres pemulihan sawah sebesar 779 hektare dari total sasaran 3.902 hektare.

Tito menambahkan, Pemerintah telah memetakan ratusan titik koordinat terdampak untuk memastikan intervensi nan dilakukan tepat sasaran dan efisien.

"Kita mempunyai titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. nan sudah diselesaikan di Sumatra total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi," pungkas dia.

Di samping konsentrasi pada lahan dan pemukiman, Titio menegaskan Satgas PRR juga tengah mengupayakan normalisasi aliran sungai di tiga provinsi tersebut. Hal ini dilakukan lantaran banyak badan sungai nan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur nan dibawa oleh banjir.

Normalisasi sungai dianggap sangat krusial untuk meminimalisir akibat terjadinya musibah banjir susulan di masa mendatang. Selain itu, aliran sungai nan bersih sangat dibutuhkan untuk menyuplai irigasi menuju lahan sawah dan tambak milik warga.

(rir)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru