slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Sering Minum Ini? Awas Favorit Kamu Masuk 'daftar Merah' Nutri Level

Sedang Trending 6 hari yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 17 Apr 2026 06:45 WIB

Boba hingga kopi susu bakal diberi label Nutri Level. Ini daftar minuman terkenal nan jadi sasaran awal. Ilustrasi. Boba hingga kopi susu aren masuk daftar merah nutri level. (iStock/visualspace)

Jakarta, CNN Indonesia --

Segelas kopi susu aren di pagi hari, teh tarik saat sore, alias boba di akhir pekan, kebiasaan nan terasa biasa ini sekarang mulai mendapat perhatian khusus. Pemerintah bakal memberi label Nutri Level pada sejumlah minuman terkenal nan kerap dikonsumsi masyarakat.

Pada tahap awal, beberapa minuman nan berkawan di keseharian bakal lebih dulu masuk dalam daftar. Di antaranya:

• Minuman boba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

• Teh tarik

• Kopi susu aren

• Jus

Melansir Detik, minuman-minuman ini dipilih bukan tanpa alasan. Kandungan gula nan relatif tinggi membuatnya masuk dalam kategori nan perlu diawasi konsumsinya.

Apa itu Nutri Level?

Nutri Level merupakan sistem penilaian kandungan gula dalam produk pangan dan minuman, nan ditampilkan dalam corak huruf dan warna. Tujuannya sederhana, membantu masyarakat mengenali mana pilihan nan lebih sehat.

Label ini terbagi menjadi empat kategori:

• Level A (hijau tua): kadar gula paling rendah

• Level B (hijau muda)

• Level C (kuning)

• Level D (merah): kadar gula paling tinggi

Semakin mendekati merah, artinya kandungan gula dalam minuman tersebut semakin tinggi.

Menariknya, label Nutri Level tidak hanya bakal muncul di bungkusan produk. Informasi ini juga bakal ditampilkan di beragam media nan sering dilihat konsumen, seperti:

• Daftar menu

• Spanduk

• Kemasan eceran

• Selebaran alias leaflet

• Menu pada aplikasi pemesanan online

Dengan begitu, konsumen tetap bisa mempertimbangkan pilihan meski membeli minuman langsung di gerai.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berambisi kebijakan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi konsumsi gula berlebih di masyarakat. Pasalnya, pola makan tinggi gula, garam, dan lemak berangkaian erat dengan meningkatnya penyakit tidak menular.

Salah satu contohnya terlihat pada lonjakan biaya pengobatan kandas ginjal. Pembiayaan penyakit ini meningkat lebih dari 400 persen, dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perubahan pola konsumsi sejak dini. Melalui Nutri Level, pemerintah mau menghadirkan info nan lebih sederhana dan mudah dipahami.

Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menikmati minuman favoritnya, namun dengan pilihan nan lebih sadar dan terukur.

Baca selengkapnya di sini

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru