CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Pola tidur di bulan puasa bisa sangat berubah, sehingga Anda perlu mengaturnya agar lama tidur tetap tercukupi. (iStockphoto/fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama bulan Ramadhan, pola tidur umat muslim mungkin berubah lantaran bangun lebih awal untuk sahur dan melakukan salat Tarawih serta ibadah malam lainnya. Oleh lantaran itu, krusial untuk mengatur waktu tidur di bulan puasa.
Pada bulan Ramadhan, pastikan lama tidur Anda tetap ideal, ialah sekitar 7-9 jam. Simak tipsnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips atur waktu tidur di bulan puasa
Tidur nan cukup membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan konsentrasi dan fokus, meningkatkan produktivitas, hingga menurunkan akibat obesitas.
Adapun kekurangan tidur bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Padahal, kesehatan nan optimal krusial untuk menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari pada bulan Ramadhan.
Merangkum dari beragam sumber, berikut ini tips mengatur waktu tidur di bulan puasa:
1. Upayakan mendapat waktu tidur nan cukup
Durasi tidur lebih lama lebih berfaedah daripada beberapa tidur singkat untuk mendapatkan rehat nan cukup.
Tips dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, usahakan untuk tidur setidaknya 4 jam di malam hari sebelum bangun untuk sahur dan salah Subuh. Setelah itu, kembalilah tidur selama beberapa jam sebelum bangun untuk beraktivitas seperti biasa.
2. Atur pola tidur secara konsisten
Buatlah perencanaan rutinitas tidur nan disesuaikan untuk bulan Ramadhan. Dengan demikian, Anda tidur dan bangun pada waktu nan relatif sama setiap harinya. Ini bisa membantu tubuh Anda mendapatkan ritme untuk tidur nan lebih nyenyak.
3. Atur suasana sekitar tempat tidur
Pastikan bilik tidur Anda tenang dan gelap agar mudah terlelap dan tidur nyenyak. Suhu ruangan nan pas dan jauh dari ingar bingar keramaian juga bisa membantu tidur jadi lebih nyenyak.
4. Perhatikan asupan makanan dan minuman
Agar tidur lebih nyenyak, memperhatikan asupan gizi saat berbuka puasa juga penting. Sebaiknya, hindari makanan berat, berlemak, alias manis lantaran membikin tubuh bekerja ekstra untuk mencernanya.
Makanan pedas juga bisa membikin tidur tak nyenyak lantaran menyebabkan gas dan mulas. Selain itu, hindari kafein beberapa jam sebelum tidur agar bisa tidur nyenyak.
5. Boleh tidur siang, tetapi singkat
Foto: iStock/fizkes
Ilustrasi tidur siang.
Tidur siang singkat selama 20-30 menit juga bisa membikin Anda lebih berenergi dan lebih waspada. Anda bisa lakukan setelah salat Dzuhur alias selama jam rehat kerja.
Namun perlu diingat, tidur siang tidak boleh terlalu lama lantaran bisa berakibat jelek pada kualitas tidur malam.
6. Jangan lakukan aktivitas berat sebelum tidur
Melakukan olahraga berat sebelum tidur dapat meningkatkan suhu tubuh dan debar jantung. Alhasil, Anda jadi lebih susah untuk tertidur.
Olahraga alias aktivitas berat lainnya, sebaiknya dilakukan beberapa jam sebelum tidur. Sebagai alternatif, lakukan ibadah nan menenangkan seperti berzikir, membaca Al-Qur'an, alias meditasi ringan nan bisa bikin tubuh rileks dan tidur nyenyak.
7. Hindari gunakan ponsel dan gawai lain sebelum tidur
Paparan sinar biru dari layar gawai bisa menekan melatonin, hormon nan mengontrol tidur. Oleh lantaran itu, hindari penggunaan komputer, tablet, hingga ponsel pandai minimal satu jam sebelum tidur.
Lebih baik, pilih aktivitas nan menenangkan seperti membaca alias mendengarkan lantunan Al-Qur'an.
Dengan mengikuti sejumlah tips mengatur waktu tidur di bulan puasa di atas, Anda tetap dapat tidur nyenyak tanpa mengganggu ibadah di bulan Ramadhan. Selamat berpuasa!
(rti)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·