slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Tsi Minta Penanganan Macan Tutul Kabur Di Lembang Tak Main-main

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Penanganan macan tutul kabur dari Lembang Park and Zoo ke wilayah Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, didesak lebih serius dan dilakukan secepatnya.

Taman Safari Indonesia (TSI), salah satu lembaga konservasi hewan, meminta penanganan masalah tersebut tidak boleh main-main.

"Ini bukan perihal nan mudah dan bukan nan tanpa risiko, sehingga tidak bisa main-main soal ini," kata Anggota Dewan Pengelola TSI John Sumampau, seperti dilansir Antara, Rabu (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, menurut dia, area Gunung Tangkuban Parahu sudah cukup banyak masyarakat dan menjadi lokasi wisata unggulan Jawa Barat. Dia cemas macan tutul nan kabur berpotensi bentrok satwa dengan manusia lagi.

Hal ini juga rawan bagi anak mini dan ternak, meski area tersebut sebetulnya bisa cocok sebagai kediaman macan tutul.

Dia menerangkan ancaman juga bisa meningkat jika macan tutul muda tersebut rupanya mengalami gangguan secara psikologis lantaran beragam faktor, termasuk tingkat stres berlebihan.

"Macan tutul adalah hewan nan pandai kamuflase, lima meter itu bisa tidak kelihatan. Umpamanya jika dia secara psikologis terganggu, maunya mau terlihat ya bisa terlihat lagi, bisa datang lagi ke perkampungan mencari makanan," paparnya.

Dia menyebut, masyarakat dapat melakukan pengamanan kampung mereka dari ancaman masuknya macan tutul lewat menggalakkan siskamling dengan per golongan lima orang alias lebih untuk bisa menghalau satwa itu kembali ke hutan.

Mengenai psikologis macan tutul nan tidak stabil, dia mengatakan perihal tersebut bisa meningkatkan ancaman bagi tim nan berupaya mengamankan satwa itu.

Dia menambahkan, semisal dengan peralatan nan umum digunakan, ialah "blow pipe" untuk membius hewan dengan pemisah maksimal digunakan dalam radius tak lebih dari 10 meter, kemungkinan besar bisa kandas lantaran macan itu lari alias malah kembali menyerang lantaran merasa terdesak.

John menjelaskan beragam aspek penanganan nan standar perlu menjadi pertimbangan beragam pihak, lantaran kejadian ini bakal menjadi perhatian bumi mengenai dengan penanganan satwa dilindungi tersebut.

"Kalau nyawa satwanya hilang, nama kita jelek di dunia, lantaran bumi bakal menyorot kita, dan jika kita kehilangan nyawa petugas juga tidak lucu. Karena ini tidak bisa main-main," ujarnya.

Pihaknya menyatakan kesiapan jika sewaktu-waktu diminta support menangani kejadian ini, mengingat beberapa kali telah terjun dalam pengamanan macan tutul di beberapa daerah.

Peralatan nan dimiliki, khususnya di TSI, terbilang siap dengan kandang jebak, kandang angkut, senjata bius jarak jauh, dan sumber daya manusia, seperti keeper, master hewan, dan tim medis hewan nan berpengalaman.

"Kami selalu terbuka jika tenaga dan pengalaman kami selama ini dibutuhkan oleh beragam pihak dalam pengamanan hewan dilindungi ini. Karena itu tadi, kita tidak bisa main-main," katanya.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan macan tutul nan lepas dari kandang karantina di Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat, diduga mengarah ke area rimba Gunung Tangkuban Parahu.

Kepala BBKSDA Jawa Barat Agus Arianto mengatakan dugaan tersebut didasarkan pada temuan jejak satwa nan ditemukan tim pencari di lapangan.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru